Showing posts with label filosofi. Show all posts
Showing posts with label filosofi. Show all posts

Friday, August 14, 2009

Tujuan Hidup : Muhammad -- (Refleksi Pikiran WS Rendra)

"membunuh satu manusia yang tidak haknya, adalah seperti membunuh manusia seluruhnya"

Hm... apakah hidup ini mudah dipahami? Tidak. Sama sekali tidak.
Kalau Anda mengatakan mudah, yaitu Hidup itu mudah dipahami, maka saya rasa Anda berada pada sisi kebenaran, yang ditutupi dari kenyataan di luar kebenaran itu.
Atau, Anda mempermudah hidup Anda, dengan mengatakan salah, bagi yang berada di luar kotak kebenaran, yang Anda susun demikian rapinya, hingga membuat Anda yakin : di luar kotak ini, salah.

Maka, jika hidup saja sudah sedemikian susah untuk dipahami, apatah lagi tujuan hidup itu sendiri.

Berkali-kali saya berputar-putar ketika terbetik pikiran tentang tujuan hidup. Kalau yang dicintai sudah tidak ada lagi di dunia ini, lalu, apatah lagi hakikat hidup? Dengan menggunakan landasan berpikir dikotomi antara hidup dan mati, maka tentu jawabannya hanya satu, yaitu sisi disebelah kehidupan, yaitu kematian.

Itu, adalah tujuan hidup.
Tidak ada kebenaran lain dari itu.
Iya kan?

...
Tidak. Ada sisi hati yang lain, yang menolak itu semua.
Kalau itu tujuan hidup, hm.., buat apa Allah ciptakan kehidupan demikian rumit, kompleks dan
acak tapi teratur? Indah dan selalu bisa dinikmati.

Hidup adalah untuk mengolah kehidupan

Hidup adalah untuk mengolah kehidupan. Ini, kata-kata WS Rendra. Mengolah dari yang sudah ada apa adanya tanpa kita usahakan, sehingga menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih berguna dari sebelumnya, yang terjadi setelah campur tangan kita atas bahan baku kehidupan ini.

(lanjut)

NB:
  • Jitu sekali apa yang dikatakan beliau (WS Rendra). Membuat saya relaks dalam menjalani kehidupan
  • Indah terasa ...

Tuesday, August 04, 2009

Konsep Tuhan, Contact dan Al-Fath My Presh...



Sebenernya, saya tidak suka konsep Tuhan.

Aneh rasanya, memikirkan dunia yang begini kacau, tidak adil, kematian dan kesengsaraan ada di mana2, tapi ada yang mengklaim sebagai Pencipta yang Maha Baik. Hm...dimana letak kebenarannya kalau begitu?

Tapi, akhirnya saya pasrah.
Terlalu banyak (dan kuat) bukti kalau akhirnya mengatakan, Tuhan pasti Ada. Itu saja.
Salah satunya, insting ketuhanan itu terangsang lewat film Contact ini.

Film ini bercerita secara cantik, tentang kisah Seorang AnakYatim Piatu, Ellie Arroway, yang akhirnya tumbuh menjadi seorang saintis (yang atheist). Ibunya sudah meninggal lebih dahulu, sehingga Ellie dan ayahnya tumbuh dengan dekat. Ellie adalah harta paling berharga bagi Sang Ayah, yang akhirnya memanggil Ellie dengan sebutan Presh (dari kata Precious, berharga).

Secara sederhana, lonjakan sifat Atheist tersebut dimulai dari meninggalnya secara mendadak ayah Ellie, akibat gagal jantung. Digambarkan bagaimana Sang Ayah terkena serangan jantung, dan Ellie berlari2 berusaha mengambil obat untuk mengatasi serangan jantung tersebut. Dan terlambat. Sang Ayah meninggal.

Saat dihibur pendeta, yang mengatakan (kurang lebih), "Jangan bersedih. Ini semua sudah ditakdirkan Tuhan". Dengan skeptis Ellie bangkit dari duduknya dan berucap, "If only I can take the medicine sooner ". Kamu benar Ellie... :)

Akhirnya, (silahkan simak Filmnya), Ellie mendapati kenyataan, alam semesta ada yg menciptakan. Sesuatu yang sangat hebat.

End of Film Review.

^_^

Semalam, memandang Al-Fath, dan bercakap2 dengannya, saya bilang ke Al-Fath, "Adik abi panggil Presh mau?". Jawabnya sambil senyum2, "Au".

hehehe, dan saya panggil Al-Fath ... Presh...

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Kebahagiaan memiliki anak, tidak bisa disampaikan kepada yang belum memiliki anak
  • Demikian juga, kebahagiaan memiliki cucu, tak akan tersampaikan jika Anda sendiri belum memiliki cucu.
  • Makanya bro/sis, segeralah menikah! :)