![]() |
| I always a fan of Buddhism |
Showing posts with label religius. Show all posts
Showing posts with label religius. Show all posts
Sunday, December 11, 2011
Monday, February 01, 2010
Pengalaman Khuruj yang Ke-2, Setelah 3 Bulan yang Lalu : Tentang Ilmu Hati

Dari kitab Fadhilah Sedekah, Bab Anjuran Zuhud dan Qana'ah :
Tanda ulama akhirat yang ketujuh adalah sangat memperhatikan ilmu batin,yakni ilmu tassawuf. Mereka berusaha dengan sungguh-sungguhuntuk memperbaiki batin dan hati, karena perkara ini merupakan perantara untuk meningkatkan ilmu zahir. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, Allah SWT akan mewariskan ilmu yang belum ia pelajari." Dalam kitab-kitab para Nabi terdahulu tertulis,"Wahai Bani Israa'il, jangan kalian berkata bahwa ilmu itu ada di langit, siapa yang akan menurunkannya? Atau ada di bawah bumi, siapa yang akan mengeluarkannya? Atau di seberang lautan, siapa yang akan menyeberangi lautan untuk mengambilnya? Ilmu itu berada di dalam hati kalian. Tinggallah kalian di hadapanku dengan adab para ahli makrifat, dan pilihlah akhlak para Shadiqin. Aku akan menampakkan ilmu dari dalam hati kalian, sehingga ilmu itu akan mengelilingi dan menutupi kalian." Pengalaman juga menunjukkan bahwa para ahli makrifat diberi ilmu oleh Allah SWT, yang tidak bisa diperoleh dalam kitab-kitab.
Nah, bagi yang sedang mencari referensi-referensi tentang perbedaan Jama'ah Tabligh versus Salafy, saya ingin menambahkan : itulah satu lagi perbedaannya, insya Allah (kalau saya tidak terlalu salah), adalah tentang materi Sufi atau Tassawuf pada dakwah ini. Ilmu hati, itu yang tidak akan diterima di kalangan temen-temen Salafy.
Semoga bermanfaat!
NB:
- Ini khuruj kedua saya setelah sebelumnya pada tiga bulan yang lalu :p hehe, belum tertib2 aja nih. Semoga februari besok bisa lagi. Nikmat rasanya khuruj di masjid itu.
- Keluar dengan Sakti, ex-Sheila on 7. Ternyata orangnya riang ya
- Semoga bermanfaat
Friday, August 14, 2009
Tujuan Hidup : Muhammad -- (Akhir dari Segala Pertanyaan)
Saya tidak sanggup berkata-kata. Dan sering merenung, tanpa mampu menemukan jawabannya, "Kenapa Tuhan biarkan dunia seperti ini? Manusia saling membunuh, banyak yang
saling membunuh pun atas nama-Nya?"
Di awal2 menerima Islam, saya sering berpikir, "Ya sudah, kalau memang hanya Islam agama yang Engkau Ridhoi, lalu, kenapa tidak semua orang kau buat masuk Islam?"
Bingung juga dengan pertanyaan itu. Namun kemudian ada petikan ayat di Al-Qur'an, bahwasanya kalau Allah mau, semua manusia di dunia ini akan beriman. Ayat ini untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang bersusah hati, karena dakwah Beliau SAW mengalami perlawanan yang hebat dari kaumnya sendiri.
Jadi, memang seperti inilah dunia yang dikehendaki Allah.
Siapa yang mampu mengarungi dunia yang seperti ini?
Semoga bermanfaat!
NB:
saling membunuh pun atas nama-Nya?"
Di awal2 menerima Islam, saya sering berpikir, "Ya sudah, kalau memang hanya Islam agama yang Engkau Ridhoi, lalu, kenapa tidak semua orang kau buat masuk Islam?"
Bingung juga dengan pertanyaan itu. Namun kemudian ada petikan ayat di Al-Qur'an, bahwasanya kalau Allah mau, semua manusia di dunia ini akan beriman. Ayat ini untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang bersusah hati, karena dakwah Beliau SAW mengalami perlawanan yang hebat dari kaumnya sendiri.
Jadi, memang seperti inilah dunia yang dikehendaki Allah.
Siapa yang mampu mengarungi dunia yang seperti ini?
Semoga bermanfaat!
NB:
- Ya, kesusahan hati berpikir tentang fakta-fakta yang tidak bisa diterima dalam kehidupan, sering terhibur dengan perasaan yang terarah kepada Muhammad.
- Muhammad adalah obat dari semua kesusahan hati, dan juga penawar dari semua kepedihan kehidupan.
- Mengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaan dan kerja Muhammad dalam kehidupan profesional saya atau pribadi saya, adalah yang saya maksud dengan Tujuan Hidup.
Tujuan Hidup : Muhammad -- (Secercah Jawaban)
Muhammad, jawaban dari semua kerumitan hidup (khusunya bagi banyak kebingungan saya dalam berpikir mendalam tentang hakikat kehidupan).
Tepatnya mungkin bukan jawaban, tapi guidelines. Bagaimanapun juga, kehidupan menyimpan begitu banyak misteri yang tak bisa dijawab. Apa2 yang disampaikan Muhammad, benar2 membuat pikiran terhenti di titik Pasrah pada Pencipta.
Dengan menerima kenyataan bahwa masa hidup beliau ada di masa 1400 tahun yang lalu : dengan norma, kompleksitas, tantangan dan aspek2 sosial yang jelas berbeda dengan masa kini, maka kehidupan Muhammad, adalah kehidupan terbaik.
... apakah saya sebaiknya menambahkan kata2 : terbaik di masa itu? Namun tidak di masa sekarang? Maka, saya tidak mampu menjawabnya :)
Ingin sekali saya menjawab : YA! Terbaik dan kehidupan kita harus 100% sama dengan kehidupan beliau. Tidak lebih tidak kurang.
Tapi, saya renungi lagi, tidak. Tidak mesti begitu.
Saya ingat nasehat Sayyidina Ali (menantu beliau, Khalifah Islam keempat -- yang mati dibunuh
kaum muslimin juga, Kaum Khawarij), yang berkata (kurang lebih) : "Janganlah kau samakan anakmu dengan dirimu. Sesungguhnya ia diciptakan pada masa yang berbeda dengan masamu".
Nasehat tersebut bisa menjadi landasan berpikir, apa-apa yang telah berlalu dalam kehidupan Muhammad, tidak bisa dipaksakan untuk diterapkan pada masa ini. Kalau pun ingin menerapkan suatu aspek tertentu, dan kondisi masyarakat belum siap, maka jangan terapkan hal tersebut. Alih-alih, suatu rencana perubahan masyarakat harus dilakukan terlebih dahulu. Dengan lembut, dan mendekati sampai ke hati. Baru setelah itu disiapkan apa yang ingin diterapkan itu.
Sekali lagi, ingin sekali, amat sangat ingin, semua aspek Muhammad dan norma-norma sosial beliau pada masa itu, berlaku kembali pada masa ini. Namun, ... apakah menerapkan keseluruhan norma-norma tersebut, dengan memangkas habis milyaran makhluk yang ada pada masa ini, demi semata-mata agar norma-norma tersebut dapat hidup, adalah jawabannya? Tentu tidak.
Ingat, sangat populer di masa mengemukanya fenomena terorisme atas nama Jihad, bahwa salah satu Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa alihi wa salam adalah (maknanya), "membunuh satu manusia yang tidak haknya, adalah seperti membunuh manusia seluruhnya".
Satu manusia, ... yang dibunuh dengan tidak pada tempatnya, ... adalah seperti membunuh manusia seluruhnya. Ya Tuhan, lalu bagaimana ... jika dalam aksi2 yang mengebomb dalam semangat Jihad melawan Amerika dan Taghut (apa2 yg tidak berpihak kepada Allah), ada ... 3 manusia yang .. cuma kebetulan lewat. BUMB!!! Dan hanya bagian kepala Sang Anak yang kembali ke hadapan
Ibunya????
Mudahkah, atau, Mungkinkah Sang Ibu memberi ampunan kepada Amrozi? kepada Imam Samdra? dsb?
Akankah ampunan itu turun???
Saya berprasangka terbaik, bahwa Sang Ibu akan berkata : "Ya Allah, aku serahkan urusannya kepadaMu!"
Dan saya ingat hadits, yang disampaikan saat ada seorang Anak Kecil berlari-lari ke ibunya, dan Sang Ibu segera mengangkat Sang Anak, terus mendekap dan menyusuinya, maka Nabi Muhammad SAW, segera bersabda kepada Sahabat2nya : "Apakah menurutmu Ibu itu sanggup membuang anaknya ke dalam kobaran Api?". Tidak ya Rasulullah. "Maka ketahuilah, bahwa cinta Allah kepada anak itu, 70 kali besarnya cinta ibu itu kepada Anaknya".
(berlanjut)
NB:
Tepatnya mungkin bukan jawaban, tapi guidelines. Bagaimanapun juga, kehidupan menyimpan begitu banyak misteri yang tak bisa dijawab. Apa2 yang disampaikan Muhammad, benar2 membuat pikiran terhenti di titik Pasrah pada Pencipta.
Dengan menerima kenyataan bahwa masa hidup beliau ada di masa 1400 tahun yang lalu : dengan norma, kompleksitas, tantangan dan aspek2 sosial yang jelas berbeda dengan masa kini, maka kehidupan Muhammad, adalah kehidupan terbaik.
... apakah saya sebaiknya menambahkan kata2 : terbaik di masa itu? Namun tidak di masa sekarang? Maka, saya tidak mampu menjawabnya :)
Ingin sekali saya menjawab : YA! Terbaik dan kehidupan kita harus 100% sama dengan kehidupan beliau. Tidak lebih tidak kurang.
Tapi, saya renungi lagi, tidak. Tidak mesti begitu.
Saya ingat nasehat Sayyidina Ali (menantu beliau, Khalifah Islam keempat -- yang mati dibunuh
kaum muslimin juga, Kaum Khawarij), yang berkata (kurang lebih) : "Janganlah kau samakan anakmu dengan dirimu. Sesungguhnya ia diciptakan pada masa yang berbeda dengan masamu".
Nasehat tersebut bisa menjadi landasan berpikir, apa-apa yang telah berlalu dalam kehidupan Muhammad, tidak bisa dipaksakan untuk diterapkan pada masa ini. Kalau pun ingin menerapkan suatu aspek tertentu, dan kondisi masyarakat belum siap, maka jangan terapkan hal tersebut. Alih-alih, suatu rencana perubahan masyarakat harus dilakukan terlebih dahulu. Dengan lembut, dan mendekati sampai ke hati. Baru setelah itu disiapkan apa yang ingin diterapkan itu.
Sekali lagi, ingin sekali, amat sangat ingin, semua aspek Muhammad dan norma-norma sosial beliau pada masa itu, berlaku kembali pada masa ini. Namun, ... apakah menerapkan keseluruhan norma-norma tersebut, dengan memangkas habis milyaran makhluk yang ada pada masa ini, demi semata-mata agar norma-norma tersebut dapat hidup, adalah jawabannya? Tentu tidak.
Ingat, sangat populer di masa mengemukanya fenomena terorisme atas nama Jihad, bahwa salah satu Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa alihi wa salam adalah (maknanya), "membunuh satu manusia yang tidak haknya, adalah seperti membunuh manusia seluruhnya".
Satu manusia, ... yang dibunuh dengan tidak pada tempatnya, ... adalah seperti membunuh manusia seluruhnya. Ya Tuhan, lalu bagaimana ... jika dalam aksi2 yang mengebomb dalam semangat Jihad melawan Amerika dan Taghut (apa2 yg tidak berpihak kepada Allah), ada ... 3 manusia yang .. cuma kebetulan lewat. BUMB!!! Dan hanya bagian kepala Sang Anak yang kembali ke hadapan
Ibunya????
Mudahkah, atau, Mungkinkah Sang Ibu memberi ampunan kepada Amrozi? kepada Imam Samdra? dsb?
Akankah ampunan itu turun???
Saya berprasangka terbaik, bahwa Sang Ibu akan berkata : "Ya Allah, aku serahkan urusannya kepadaMu!"
Dan saya ingat hadits, yang disampaikan saat ada seorang Anak Kecil berlari-lari ke ibunya, dan Sang Ibu segera mengangkat Sang Anak, terus mendekap dan menyusuinya, maka Nabi Muhammad SAW, segera bersabda kepada Sahabat2nya : "Apakah menurutmu Ibu itu sanggup membuang anaknya ke dalam kobaran Api?". Tidak ya Rasulullah. "Maka ketahuilah, bahwa cinta Allah kepada anak itu, 70 kali besarnya cinta ibu itu kepada Anaknya".
(berlanjut)
NB:
- Meski, kalau mengingat hadits tersebut, saya berpikir, "Lah, lalu ancaman Neraka bagaimana? Bahwa orang berdosa tertentu, harus disiksa di dalam Api Neraka terlebih dahulu? Ibu mana yang bisa melakukan itu?"
Tujuan Hidup : Muhammad -- (Refleksi Pikiran WS Rendra)
Hm... apakah hidup ini mudah dipahami? Tidak. Sama sekali tidak.
Kalau Anda mengatakan mudah, yaitu Hidup itu mudah dipahami, maka saya rasa Anda berada pada sisi kebenaran, yang ditutupi dari kenyataan di luar kebenaran itu.
Atau, Anda mempermudah hidup Anda, dengan mengatakan salah, bagi yang berada di luar kotak kebenaran, yang Anda susun demikian rapinya, hingga membuat Anda yakin : di luar kotak ini, salah.
Maka, jika hidup saja sudah sedemikian susah untuk dipahami, apatah lagi tujuan hidup itu sendiri.
Berkali-kali saya berputar-putar ketika terbetik pikiran tentang tujuan hidup. Kalau yang dicintai sudah tidak ada lagi di dunia ini, lalu, apatah lagi hakikat hidup? Dengan menggunakan landasan berpikir dikotomi antara hidup dan mati, maka tentu jawabannya hanya satu, yaitu sisi disebelah kehidupan, yaitu kematian.
Itu, adalah tujuan hidup.
Tidak ada kebenaran lain dari itu.
Iya kan?
...
Tidak. Ada sisi hati yang lain, yang menolak itu semua.
Kalau itu tujuan hidup, hm.., buat apa Allah ciptakan kehidupan demikian rumit, kompleks dan
acak tapi teratur? Indah dan selalu bisa dinikmati.
Hidup adalah untuk mengolah kehidupan. Ini, kata-kata WS Rendra. Mengolah dari yang sudah ada apa adanya tanpa kita usahakan, sehingga menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih berguna dari sebelumnya, yang terjadi setelah campur tangan kita atas bahan baku kehidupan ini.
Kalau Anda mengatakan mudah, yaitu Hidup itu mudah dipahami, maka saya rasa Anda berada pada sisi kebenaran, yang ditutupi dari kenyataan di luar kebenaran itu.
Atau, Anda mempermudah hidup Anda, dengan mengatakan salah, bagi yang berada di luar kotak kebenaran, yang Anda susun demikian rapinya, hingga membuat Anda yakin : di luar kotak ini, salah.
Maka, jika hidup saja sudah sedemikian susah untuk dipahami, apatah lagi tujuan hidup itu sendiri.
Berkali-kali saya berputar-putar ketika terbetik pikiran tentang tujuan hidup. Kalau yang dicintai sudah tidak ada lagi di dunia ini, lalu, apatah lagi hakikat hidup? Dengan menggunakan landasan berpikir dikotomi antara hidup dan mati, maka tentu jawabannya hanya satu, yaitu sisi disebelah kehidupan, yaitu kematian.
Itu, adalah tujuan hidup.
Tidak ada kebenaran lain dari itu.
Iya kan?
...
Tidak. Ada sisi hati yang lain, yang menolak itu semua.
Kalau itu tujuan hidup, hm.., buat apa Allah ciptakan kehidupan demikian rumit, kompleks dan
acak tapi teratur? Indah dan selalu bisa dinikmati.
Hidup adalah untuk mengolah kehidupan. Ini, kata-kata WS Rendra. Mengolah dari yang sudah ada apa adanya tanpa kita usahakan, sehingga menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih berguna dari sebelumnya, yang terjadi setelah campur tangan kita atas bahan baku kehidupan ini.
(lanjut)
NB:
- Jitu sekali apa yang dikatakan beliau (WS Rendra). Membuat saya relaks dalam menjalani kehidupan
- Indah terasa ...
Tuesday, August 04, 2009
Konsep Tuhan, Contact dan Al-Fath My Presh...

Sebenernya, saya tidak suka konsep Tuhan.
Aneh rasanya, memikirkan dunia yang begini kacau, tidak adil, kematian dan kesengsaraan ada di mana2, tapi ada yang mengklaim sebagai Pencipta yang Maha Baik. Hm...dimana letak kebenarannya kalau begitu?
Tapi, akhirnya saya pasrah.
Terlalu banyak (dan kuat) bukti kalau akhirnya mengatakan, Tuhan pasti Ada. Itu saja.
Salah satunya, insting ketuhanan itu terangsang lewat film Contact ini.
Film ini bercerita secara cantik, tentang kisah Seorang AnakYatim Piatu, Ellie Arroway, yang akhirnya tumbuh menjadi seorang saintis (yang atheist). Ibunya sudah meninggal lebih dahulu, sehingga Ellie dan ayahnya tumbuh dengan dekat. Ellie adalah harta paling berharga bagi Sang Ayah, yang akhirnya memanggil Ellie dengan sebutan Presh (dari kata Precious, berharga).
Secara sederhana, lonjakan sifat Atheist tersebut dimulai dari meninggalnya secara mendadak ayah Ellie, akibat gagal jantung. Digambarkan bagaimana Sang Ayah terkena serangan jantung, dan Ellie berlari2 berusaha mengambil obat untuk mengatasi serangan jantung tersebut. Dan terlambat. Sang Ayah meninggal.
Saat dihibur pendeta, yang mengatakan (kurang lebih), "Jangan bersedih. Ini semua sudah ditakdirkan Tuhan". Dengan skeptis Ellie bangkit dari duduknya dan berucap, "If only I can take the medicine sooner ". Kamu benar Ellie... :)
Akhirnya, (silahkan simak Filmnya), Ellie mendapati kenyataan, alam semesta ada yg menciptakan. Sesuatu yang sangat hebat.
End of Film Review.
^_^
Semalam, memandang Al-Fath, dan bercakap2 dengannya, saya bilang ke Al-Fath, "Adik abi panggil Presh mau?". Jawabnya sambil senyum2, "Au".
hehehe, dan saya panggil Al-Fath ... Presh...
Semoga bermanfaat!
NB:
Tapi, akhirnya saya pasrah.
Terlalu banyak (dan kuat) bukti kalau akhirnya mengatakan, Tuhan pasti Ada. Itu saja.
Salah satunya, insting ketuhanan itu terangsang lewat film Contact ini.
Film ini bercerita secara cantik, tentang kisah Seorang AnakYatim Piatu, Ellie Arroway, yang akhirnya tumbuh menjadi seorang saintis (yang atheist). Ibunya sudah meninggal lebih dahulu, sehingga Ellie dan ayahnya tumbuh dengan dekat. Ellie adalah harta paling berharga bagi Sang Ayah, yang akhirnya memanggil Ellie dengan sebutan Presh (dari kata Precious, berharga).
Secara sederhana, lonjakan sifat Atheist tersebut dimulai dari meninggalnya secara mendadak ayah Ellie, akibat gagal jantung. Digambarkan bagaimana Sang Ayah terkena serangan jantung, dan Ellie berlari2 berusaha mengambil obat untuk mengatasi serangan jantung tersebut. Dan terlambat. Sang Ayah meninggal.
Saat dihibur pendeta, yang mengatakan (kurang lebih), "Jangan bersedih. Ini semua sudah ditakdirkan Tuhan". Dengan skeptis Ellie bangkit dari duduknya dan berucap, "If only I can take the medicine sooner ". Kamu benar Ellie... :)
Akhirnya, (silahkan simak Filmnya), Ellie mendapati kenyataan, alam semesta ada yg menciptakan. Sesuatu yang sangat hebat.
End of Film Review.
^_^
Semalam, memandang Al-Fath, dan bercakap2 dengannya, saya bilang ke Al-Fath, "Adik abi panggil Presh mau?". Jawabnya sambil senyum2, "Au".
hehehe, dan saya panggil Al-Fath ... Presh...
Semoga bermanfaat!
NB:
- Kebahagiaan memiliki anak, tidak bisa disampaikan kepada yang belum memiliki anak
- Demikian juga, kebahagiaan memiliki cucu, tak akan tersampaikan jika Anda sendiri belum memiliki cucu.
- Makanya bro/sis, segeralah menikah! :)
Thursday, July 02, 2009
Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - FINISH

Situasi sekarang mungkin belum final, namun sudah kuat landasannya. Ada beberapa perubahan yang dihadapi dengan ketidak tahuan di awal, namun akhirnya mulai bisa dirasakan sebagai sebuah karunia. Meski, tidak semuanya juga bisa dihapami, bagaimanapun juga, saya baru menjalani setengah dari jatah usia (kurang lebih, jika saya sampai usia 60 tahun).
Yang pertama adalah, di posisi mana saya dalam hidup di dunia ini. Hm, awal2 di tahun 2003, saya punya ambisi, mimpi dan juga ketidakwarasan (hehe), dan tidak mudah untuk mengatasinya dengan akal sehat. Beberapa teman menjadi curahan hati dan pikiran, baik secara kekeluargaan, pertemanan maupun yang profesional di bidangnya. Terimakasih untuk mas Bimo dari Gamatechno yang mencipratkan kekuatan yang sederhana saja : menikahlah. Itu, perubahan haluan biduk yang paling utama. Dari sana, semua karunia bercurah2.
Yang kedua adalah sampai akhir hayat nanti, apa yang saya lakukan? Tepatnya, bagaimana cara mengisi hari2 di dunia ini? Jawabannya sederhana saja : bekerjalah dari rumah, lihat dan nikmati hari2 bersama Al-Fath setiap hari dan resapi makna kebersamaan dengan Ela, istrimu, tiap harinya. Tidak banyak yang mampu mengenyam semuanya itu setiap detiknya dari hidupnya. Ada mungkin, yang merasakan kehidupan yang sempurna dengan meninggalkan rumah untuk pergi ke kantor tiap harinya, kurang lebih 12 jam tiap hari. Pergi saat anak tidur, pulang saat anak telah tidur. Atau, ada juga, seorang suami yang jarang sekali melihat istrinya di rumah, karena istri dan juga dirinya sibuk dengan ... karir, sepanjang harinya. Bukan kehidupan itu yang kamu sukai. "Terimakasih Tuhan".
Yang terakhir, tentang pengabdian. Betapa ingin mencurahkan semua kemampuan untuk bidang ilmu yang saya cintai, Pemrograman. Sejauh ini, hanya ada tiga tempat yang saya lihat menjadi tempat curahan pengabdian : via Rumah, Blog ini dan buku (yang masih dalam wacana penulisan). Kampus? Hm, ... mungkin tidak akan pernah. "Terimakasih Tuhan"
Semuanya bermuara pada satu hal : cinta kepada Muhammad. "Saya tidak mampu mengklaim mencintai Beliau SAW, sampai saya ingat, ada tahun2, dimana semua yang saya cintai direnggut dari kehidupan saya, dan dikosongkan kecuali cinta kepada Muhammad." Keindahan masa2 itu, mungkin tidak mampu dilukiskan, kecuali dengan penggalan mimpi bertemu Sang Nabi di awal2 tahun 20-an : "Yaa Nabi, bagaimana caranya aku berada di surga bersama2 Engkau?"
Dan Ela akan menjadi pendamping saya di surga tersebut....
"Terimakasih Tuhan", "Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah"
Semoga bermanfaat:
Yang pertama adalah, di posisi mana saya dalam hidup di dunia ini. Hm, awal2 di tahun 2003, saya punya ambisi, mimpi dan juga ketidakwarasan (hehe), dan tidak mudah untuk mengatasinya dengan akal sehat. Beberapa teman menjadi curahan hati dan pikiran, baik secara kekeluargaan, pertemanan maupun yang profesional di bidangnya. Terimakasih untuk mas Bimo dari Gamatechno yang mencipratkan kekuatan yang sederhana saja : menikahlah. Itu, perubahan haluan biduk yang paling utama. Dari sana, semua karunia bercurah2.
Yang kedua adalah sampai akhir hayat nanti, apa yang saya lakukan? Tepatnya, bagaimana cara mengisi hari2 di dunia ini? Jawabannya sederhana saja : bekerjalah dari rumah, lihat dan nikmati hari2 bersama Al-Fath setiap hari dan resapi makna kebersamaan dengan Ela, istrimu, tiap harinya. Tidak banyak yang mampu mengenyam semuanya itu setiap detiknya dari hidupnya. Ada mungkin, yang merasakan kehidupan yang sempurna dengan meninggalkan rumah untuk pergi ke kantor tiap harinya, kurang lebih 12 jam tiap hari. Pergi saat anak tidur, pulang saat anak telah tidur. Atau, ada juga, seorang suami yang jarang sekali melihat istrinya di rumah, karena istri dan juga dirinya sibuk dengan ... karir, sepanjang harinya. Bukan kehidupan itu yang kamu sukai. "Terimakasih Tuhan".
Yang terakhir, tentang pengabdian. Betapa ingin mencurahkan semua kemampuan untuk bidang ilmu yang saya cintai, Pemrograman. Sejauh ini, hanya ada tiga tempat yang saya lihat menjadi tempat curahan pengabdian : via Rumah, Blog ini dan buku (yang masih dalam wacana penulisan). Kampus? Hm, ... mungkin tidak akan pernah. "Terimakasih Tuhan"
Semuanya bermuara pada satu hal : cinta kepada Muhammad. "Saya tidak mampu mengklaim mencintai Beliau SAW, sampai saya ingat, ada tahun2, dimana semua yang saya cintai direnggut dari kehidupan saya, dan dikosongkan kecuali cinta kepada Muhammad." Keindahan masa2 itu, mungkin tidak mampu dilukiskan, kecuali dengan penggalan mimpi bertemu Sang Nabi di awal2 tahun 20-an : "Yaa Nabi, bagaimana caranya aku berada di surga bersama2 Engkau?"
Dan Ela akan menjadi pendamping saya di surga tersebut....
"Terimakasih Tuhan", "Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah"
Semoga bermanfaat:
- Betapapun nisbi perkara dunia ini, namun sangat mengesankan jika saya dapat mengatur semua sebaik2nya dan mencapai hal2 tinggi dan dalam yang tentu ingin dirasakan banyak orang.
- Semuanya untuk mengisi hari2 yang tersisa... "Yaa Kekasihku..."
Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - Part II
..
Dan sekarang saya 30 tahun. Semua kecamuk di hati, menjadi lebih tenang. Mungkin juga masalah 10 tahun dari masa itu merupakan masa2 jawaban atas semua pertanyaan yang muncul. Ada banyak asumsi2 hidup yang berubah, seiring dengan pahit-pedih-getir-manis-indahnya pengalaman hidup selama masa itu. Masa2 yang paling penting adalah KKN 2003, yang merupakan titik akumulasi semua jawaban atas pertanyaan2 yang mendasar, yang bermuara pada satu pertanyaan : "Di dunia ini, semua orang baik tidak sih?" Yah, ternyata jawabannya adalah tidak. Ada yang jahat. Murni hasud, iri dan dengki.
Juga ada hal2 tentang sifat manusia yang tidak bisa dipahami : apa yang sesungguhnya disembunyikan di hati, dan apa yang disampaikan lewat bahasa lisan maupun bahasa tubuh. Semuanya bisa tidak bisa samakan kesimpulannya. Walhasil, saya memilih berhati2 untuk mengambil kesimpulan. Atau lebih tepatnya, menjaga jangan sampai mengambil kesimpulan.
Ada banyak pelajaran yang bisa diambil selama masa 10 tahun ini, diantaranya :
Juga ada hal2 tentang sifat manusia yang tidak bisa dipahami : apa yang sesungguhnya disembunyikan di hati, dan apa yang disampaikan lewat bahasa lisan maupun bahasa tubuh. Semuanya bisa tidak bisa samakan kesimpulannya. Walhasil, saya memilih berhati2 untuk mengambil kesimpulan. Atau lebih tepatnya, menjaga jangan sampai mengambil kesimpulan.
Ada banyak pelajaran yang bisa diambil selama masa 10 tahun ini, diantaranya :
- Tidak ada kepastian tentang sesuatu, sebelum sesuatu itu terjadi. Jangan over planned.
- Cinta yang paling dalam, adalah kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu adalah cinta dari Orang Tua. Cinta selain itu, ... adalah masalah ketertarikan semata yang semu sifatnya. Akan hilang tanpa bekas.
- Tidak selamanya sesuatu yang kita senangi, adalah sesuatu yang paling baik bagi kita. Seiring dengan kesabaran dan penerimaan, ternyata sesuatu yang telah kita dapati adalah yang terbaik, melebihi segala2nya.
Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - Part I
Hm, dulu di saat saya 19 tahun dan akan beranjak 2x (kepala dua), saya berpikir dan berubah internal secara signifikan. Pertanyaan mendalam yang terbetik saat itu adalah ini : "Sekarang saya 19, .. nanti 20, 30,40, 50.. terus saya mati. Loh, untuk apa saya hidup?" Di masa2 itu, pertanyaan ini sangat menggetarkan hati. Keinginan kuliah selain untuk membahagiakan orang tua, adalah juga untuk hanya serius ke komputer, dunia pemrograman. Namun, dengan pertanyaan itu, maka esensi saya membuat program apa dunk, kalao pada akhirnya akan dikubur?
Mungkin bagi yang sudah "dewasa", akan dijawab dengan ringan : "Itulah kenyataan hidup : lahir, besar dan mati. Buat apa dipikir lagi?". Hehehe, tapi karena saya masih "anak kecil", susah bagi saya menjawab pertanyaan Buat apa saya hidup? Efek dari itu adalah, ada masa2 kehampaan yang cukup lama, sampai akhirnya saya mendapatkan beberapa kesimpulan, dimana satu kesimpulan mengarahkan pada kesimpulan lainnya :
(berlanjut)
NB:
- Alam semesta pasti ada penciptanya, tidak mungkin ada dengan sendirinya. (ini mematahkan keyakinan atheist yang sering terbit di hati)
- Pencipta itu pasti Tuhan. (di titik ini, hanya agama yang bisa menjawab. Tapi agama yang mana? kenapa nama Tuhannya berbeda2? Saya mempertimbangkan Budha dan Islam)
- Tuhan itu pasti Allah (kita mungkin akan berbeda di sini. tapi, sudahlah, perbedaan ini keniscayaan yang tidak bisa tidak, harus diterima semua umat manusia. Adapaun saya mendasarkan pertimbangan pada aspek sains semata, bukan sosial ataupun sejarah. Karena itu, saya tidak bisa memilih Budha, pilihan yang tersisa hanya Islam)
- Kalo begitu, manusia yang paling dekaaaat dengan Allah adalah Muhammad SAW (nah, cinta terdalam saya akhirnya ke beliau SAW).
(berlanjut)
NB:
- Ini curahan hati ya, bukan promosi suatu keyakinan. Jika Anda rasa benar, itu namanya keyakinan. Jika Anda rasa tidak benar, itupun keyakinan. Jagalah keyakinan itu :)
- Semoga bermanfaat
Subscribe to:
Posts (Atom)




