Showing posts with label Enterpreneur dan Mentoring. Show all posts
Showing posts with label Enterpreneur dan Mentoring. Show all posts

Saturday, September 05, 2009

Satu Alasan Sederhana Untuk Tidak Bekerja di Kantor : Penghargaan Kerja Per Jam Terlalu Kecil – Part I

image
Jogja sebenarnya untuk standar gaji terlalu kecil untuk dijadikan contoh, tapi, biarlah, saya mulai dari standar gaji Jogja yg baik : Rp. 2.500.000,00. Menggunakan jam kantor standar, yaitu jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore, maka penghargaan kantor untuk per jam kerja Anda adalah sebagai berikut =
Total Penghargaan / jam = Rp. 2.500.000,00 / ((Jam 4 sore – Jam 8 pagi – Istirahat Siang 1 Jam) * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 2.500.000,00 / (7 jam * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 2.500.000,00 / 182 jam
= Rp. 13.736,26
Mohon, jika sudah meniatkan diri untuk bekerja di kantor, angka Rp. 13.000,00 lebih dikiit, dicamkan baik-baik : jangan ingat total yang mencapai 2,5jt (btw, u/ mendapat angka ini di Jogja … tidak mudah ^_^), tapi ingatlah Tiga Belas Ribu Rupiah.
Satu solusi yang paling populer, adalah pindah kota, berjibaku di “Ring Zero”, Jakarta. Di kota tersebut, gaji awal 3juta bagi Programmer, lumrah adanya. Baik, dengan menggunakan perbandingan gaji 2,5 juta adalah gaji yang tinggi di Jakarta, maka saya akan lipatkan jumlah gaji tersebut menjadi 6juta saja : supaya perbandingannya adil (kalau 3 juta di Jakarta, maka di Jogja itu sepantaran dengan 750ribu – 1 juta). Maka, beginilah jadinya hitung-hitungan penghargaan kerja Anda per jam di Jakarta :
Total Penghargaan / jam = Rp. 6.000.000,00 / ((Jam 4 sore – Jam 8 pagi – Istirahat Siang 1 Jam) * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 6.000.000,00 / (7 jam * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 6.000.000,00 / 182 jam
= Rp. 32.967,03
Atau, perjuangan Anda menjadi Employee dengan pindah ke kota yang berpredikat Kota Dengan Udara Terburuk Ketiga setelah Mexico City dan Bangkok, cuma dihargai Rp. 32.967,03 – Rp. 13.736,26 = Rp. 19.230,77. Dua Puluh Ribu Rupiah pun tidak genap… Bahkan, saya jadi ingat, untuk bekerja sebagai pegawai di Jakarta, Anda harus meluangkan waktu 4 jam tiap harinya : 2 jam untuk berangkat, dan 2 jam lagi untuk pulang. Maka, hitunglah sendiri, total jumlah jam kerja per bulan meningkat menjadi = 4 jam * 26 hari tiap bulan = 104jam. Sehingga total jam kerja tiap bulan menjadi = 182 jam + 104jam = 286jam. Maka, penghargaan Anda tiap jam, turun drastis menjadi = Rp. 20.979,02 Anda dihargai hanya sedikiiit lebih tinggi dari Rp. 20.000 per jam.

Itu artinya, gaji 6 juta per bulan di Jakarta, hanya bernilai Rp. 7.242,74 lebih besar dari gaji 2.5 juta per bulan di Jogjakarta!!!


Miris sekali kan?
(Akan saya lanjutkan, pasti…)
NB :
  • Hayuuuh, semangat2 membuat bisnis sendiri… ^_^
  • Btw, saya sebenernya ingin ekstremkan lagi dengan menggunakan contoh gaji 10juta per bulan di Jakarta, namun hitunglah sendiri. Itu tidak layak sama sekali dengan pengorbanan hidup yang diberikan…
  • Untuk 10 juta perbulan, Anda sudah dinilai Rp. 34.965,03 per jam. Hm.. sudah merasa cukup banyak ??? ^_^ Jangan, saya belum lagi membandingkan apa yang Anda dapat jika sudah mampu bekerja dengan lebih profesional sebagai seorang Programmer Mandiri…
  • Untuk contoh pekerjaan Wiraswasta yang lain, saya belum mampu berikan contoh : karena saya jelas lebih mengenal seluk beluk dunia Programmer. Pasti, ceruk nafkah yang disediakan oleh jenis pekerjaan yang lain bisa berlipat lebih tinggi dari kerja seorang Programmer…
  • Amiiin… :)

Saturday, March 14, 2009

Catatan Kegagalan Sepanjang 1999 - 2008

Damn, I failed again...


Saya prnah bilang akan nulis tentang kegagalan saya di artikel yg udah agak lama, cuman belum kesempatan. Nah, sekarang sepertinya momentumnya pas. Ini adalah daftar kegagalan saya :
  1. Gagal menyelesaikan Proyek Pertama Akuntansi dan Stok, yang berakibat saya ambil cuti satu semester u/ berusaha selesaikan... tp tetep ga bs selesai, akhrnya sy buat surat resmi u/ menyatakan kegagalan saya ke perusahaan tersebut. Hm, dinasehati dengan baik...
    ... Naga-naganya, saya malah jadi lulus muluuuuur sampai 10 tahun :))
  2. Bantuan Skripsi yang Pertama : deteksi finger print dengan Java
    ... padahal udah dipinjemin Laptop, satu bulan, ga ada progress babar pisan. Ini saya masih tinggal di Masjid, mungkin ya jelas ya. Ga bs bgt koding di dalam masjid :))
    Sekarang mah, dah selesaikan 2 kasus FingerPrint (masih pakai VB tapi, bukan Java. )
  3. Bantuan Skripsi Fuzzy berbasis Web : kalau sya pikir2, ini karena jadwal saya padat bgt, dan ada 2 bantuan program u/ thesis yang kompleks bgt, sehingga energi tercurah ke sini. Walhasil, DP 500.000 saya kembalikan. Huuf... smoga tidak terjadi sperti ini lagi.
  4. Bantuan Skripsi Flash : nah, ini miss comm di awal. Sptnya sudah saya bilang kalau u. Flash, sy ga jago2 amat. Well, di DP 500.000, tp sebulan kemudian kita ketemuan, ternyata kasusnya kompleks. Sip deh, akhirnya sama2 paham, dan Dp saya kembalikan dengan baik
  5. Proyek Komersial Purworejo Sms Gateway : ni secara teknis mudah banget (sya sudah pengalaman 14 kali kasus Sms Gateway), tp kendala utama adalah (klise) jadwal yang padat, internal company problem dan juga jarak yang jauh. (tipe progrram yg butuh supervisi ketat, tidak bisa asal email) Sudah saya sharing di topik Menolak Pekerjaan. Itulah yang harusnya saya lakukan dari awal.
  6. Bantuan Thesis Fuzzy : Dp 1 jt, sy kembalikan 1jt, tp diikhlasin 100rb u/ Al-Fath :)) Jadwal padat.
  7. Ada satu kasus Bimbingan Skripsi J2ME yg nyaris gagal, tp bs selesai dengan baik. Yg sy kenang, sampai di telpon Ortu dengan lemah lembut, dan dimaki-maki anaknya dengan emosional (hahaha). Tp akhirnya semua menjadi kenangan yang indah ^_^. Adiknya jg sudah kerja sbg Programmer di Perusahaan di Jakarta. Wah, salut. Btw, kasus ini murni bug di Netbeans 6.0 : J2ME ga bs nambah form lagi, koding ga bs ditambah meski di visual designer ditambah. Parah bgt kan? Smpai puyeng rasanya. Akhirnya back coding lagi di Netbeans 5.5. Bayangin tuh, 2 hari penuh sy koding balik di Netbeans 5.5
  8. .... masih ada beberapa order yg terlambat dari waktu yang saya janjikan, tapi tetep selesai dengan baik
Dari semua kegagalan itu, maka yang paling penting bagi saya adalah solusi akhir. Entah mengembalikan DP atau mengarahkan ke tempat lain. Memang tidak enak yang namanya kegagalan : pahit rasanya bagi kedua pihak (tp yang terasa mungkin bg klien ya). Tapi, ... hm, smg ada pengganti takdir yang baik di masa depan. At least, (atau at most?) di akhirat :)

Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi
NB:
  • Jadwal yang baik, itu yg saya butuhkan
  • Juga, kekuatan motivasi yang tak bisa dihentikan
  • Hm... dhuha 6 raka'at tiap hari dan yaasin di awal pagi, spertinya kudu dihidupkan
  • Situs yang bagus : Berani Gagal

Wednesday, March 11, 2009

Lulus Test Agama (Tinggal Lulus Psikotest)

Yang ini agak berbeda sifatnya : harus lulus tahap ini, untuk maju ke tahap berikutnya, yang tinggal Psikotest. Nah, setelah psikotest, nanti ada serangkaian test kompetisi yang diakhiri (seingat saya) dengan Group Discussion, Micro Teaching dan Wawancara.

Saya catat ini bagi yang (mungkin) tahun depan akan ambil test calon dosen tetap UII juga, yaitu:
  1. Bisa Baca Al-Qur'an dengan baik.
    Itu test awal. Disuruh membuka Al-Qur'an dan mencari Surat dan Ayat yang disuruh dibaca. Saya kedapatan Surat Al-Maidah Ayat 6. Bagus.

  2. Bisa menebak-nebak lah arti dari ayat Qur'an yang dibaca.
    Tentu tidak mengharapkan kita (Programmer maxutnya) untuk fasih berbahasa Arab, hanya sekedar bisa tidak kira-kira mengetahui artinya. Hehe, untuk kasus saya, saya kira ayat yang saya baca adalah tentang perintah berbalik arah kiblat dari Palestina ke Mekkah (karena ada ayat Ka'bain, saya kira Dua Ka'bah --ngawur bgtz-- ternyata Dua Mata Kaki), benar tentang perintah Sholat, tapi perintah untuk bersuci dan melihat dua mata kaki (atau membasuh dua mata kaki? Cek deh) ^_^

  3. Hafal Surat-Surat Pendek
    Yang ini saya enggak sadar, kalau Surat Pertama yang dulu saya Hafal di awal saya mulai mengenal Islam (1999), adalah surat yang akan ditest hafalannya di sesi ujian ini. Wah, senangnya. Surat Al-A'laa (Sabbihisma Rabbikal A'laa). Juga ditanya arti ayat terakhir. Menurut saya ini surat yang paling panjang dari daftar yang ditanya. Kalau tidak hafal ini, surat yang di test adalah Surat At-Tiin (tahu dari ibu di sebelah saya yang udah berulang kali mengikuti Ujian Dosen ini. hihi. Smg ibu ini lulus)

  4. Tentang Thaharah, Najiz dan Hadats
    Saya agak lupa ini. Meski solusi hadatsnya benar. Ditanya, buang air besar hadats besar/kecil. Karena (hehe) saya pikir kan tu perkara besar banget, maka saya bilang aja hadats besar. Tapi cukup dengan wudhu. Kalau habis berhubungan dengan Istri, atau keluar mani, atau baru masuk Islam, baru kudu Mandi Janabat. Ternyata enggak deh. Tu tetep hadats kecil, jadi ga perlu mandi. Saya agak siasat dikit, jelasin panjang lebar tentang Mandi Janabats (gitu deh, tutupi kelemahan dengan tampilkan kelebihan yang lain) ^_^

  5. Do'a sholat sunnah hafalkan ya (tentu tidak dalam konteks ujian dosen, tapi ya tentunya dalam konteks pengamalan sehari-hari)
    Saya ditanya tentang Jumlah takbir dalam Sholat Jenazah. Yeah, ini sholat yang saya sukai (bukan kenapa-kenapa, tapi pahalanya besar. 2 Qirath kalau bisa ikuti penyolatan dan pemakaman, 2 qirath adalah lebih besar dari Gunung Uhud --padahal saya ndak begitu tahu sebesar apa Gunung Uhud ^_^). Juga bacaan setelah masing-masing takbir itu. Saya cuma lupa yang setelah takbir terakhir. Wah, ini berulang kali dihafal kok ya lupa terus.
  6. Kejadian Kontekstual
    Saya ditanya tentang:
  • Tentang Fatwa MUI : saya bilang kudunya tu wajib diikuti, tapi karena negara kita bukan Negara Islam, alias Negara Pancasila, tiap2 kita terpaksa tidak wajib mengikuti. Pemerintah harus punya kekuatan di balik MUI agar bisa terlaksana. Tapi, jelas tidak akan bisa, kecuali sampai ada campur tangan kekuatan untuk MUI. Begitulah...
  • Syech Puji : saya dukung. hihi. Lah, mau gimana lagi, kenyatannya gitu? Intinya saya bilang, itu tetap bentuk meneladani Rasulullah (pendapat pribadi saya ya), dan tentunya tidak bisa meneladani seluruh aspek Rasulullah, hanya beberapa aspek saja. Dan Syech Puji hanya bisa yang itu, ya gapapa. Saya kalau di TV lihat Syech Puji berjalan dengan istrinya, saya teringat Rasulullah dan 'Aisyah. Nah, itu, membahagiakan sekali.... :)
  • Aturan Negara menikah tidak boleh dibawah umur dan Syech Puji : akhirnya saya mencair, dan jawab, "yah, sebaiknya Syech Puji tunggu 3 tahun lagi deh, nanti malah jadi berita nasional. Juga bukan masalah hidup mati."
  • Ahmadiyah : jelas sesat, karena menyatakan ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Begitulah. Adapun lengkapnya calon dosen Informatika yang lulus adalah:
  1. Ari Sujarwo, S.Kom.
  2. Arman Ahmad Khoirudin, S.Kom.
  3. Eko Suprapto Wibowo, S.Kom.
  4. Ridho Rahmadi, S.Kom.
Berarti tidak lulus tiga orang. Smoga tidak melemahkan semangat semuanya!!!
Oke, maju ke fase berikutnya, Psikotest : apakah saya punya gejala2 Psikopat dsb :))

Semoga bermanfaat, dan memberi inspirasi
NB:
  • Itu juga saya tidak ada persiapan apa-apa. Malamnya ajak Tabib Bekam ke Bantul untuk bekam Ibu, sampai jogja lagi jam setengah 12 malam, langsung ke Markaz Ittihaad.
  • Tapi besoknya dhuha dulu empat raka'at dan tentunya hajat seharian itu dipenuhi
  • Alhamdulillah

Saturday, March 07, 2009

America : Country of Destination

The Flag.. Hm..


Ah, sifat manusia memang terburu-buru. Belum juga apa-apa, saya sudah memimpikan jalan-jalan di trotoar salah satu kota Negara Bagian Amerika Serikat. :)

Sifat ini memang sifat turunan dari Nabi Adam. Pertama Nabi Adam tercipta, dan ruhnya sudah memasuki sebagian tubuhnya, namun belum turun sampai ke kaki, maka Nabi Adam sudah mampu melihat, dan langsung buru-buru bersujud di hadapan Allah. Akibatnya? Ya terjatuh dunk! Lha wong ruhnya belum sampai kaki :)). Jadi mau bagaimana lagi? ^_^

Amerika menurut saya adalah negara yang menjadi Pusat Peradaban. Dulu, di jaman Keemasan Islam (maksudnya, Islam menjadi pusat perubahan dunia) mungkin Kota Bahgdad, Irak. Tapi sekarang, maaf saja, bukan Islam. Tapi Amerika :)

So, menarik sekali kalau bisa menginjakkan kaki di Amerika, dan .... Hm... ^_^

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Bukan ambisi, tapi gelora
  • Dan tidak ada istilah kegagalan untuk hal tersebut...

Thursday, March 05, 2009

Pemenuhan Prasyarat Ke-3

 

Baru yg pertama, ini pengumumannya :

uii3

Kalau dipilih berdasarkan kematangan usia, saya deh yang lulus :))

Yeah, ini berhubungan dengan posting tentang kemungkinan saya S2 ke LN pokoknya. So, prasyarat 3 yang harus dipenuhi tersebut saya breakdown menjadi step berikut ini:

Kudu Diterima Dulu Sebagai Dosen UII

  1. Lulus Seleksi Administrasi Dosen UII (OK. Sudah).
  2. Lulus Test Agama (Tanggal 10 Maret)
  3. Lulus Psikotest (Tanggal 12 Maret)
  4. Lulus Test Kompetensi masing-masing Prodi (Tanggal 13 - 19 Maret).

Setelah tahap ini, maka saya harus segera melanjutkan S2, dan harus wisuda pada Tahun 2011 agar dapat diangkat sebagai dosen Tetap UII. Maka langkah yang harus saya tempuh adalah sebagai berikut:

Mendapat Dana Dikti untuk Beasiswa LN periode 2009

  1. Melengkapi berkas persyaratan sebelum Tanggal 29 April 2009
  2. Lulus seleksi Dikti yang direncanakan Bulan Mei 2009

Berikut ini (diambil dari tampilan Lynx) :

uii6

Antara setelah lulus sebagai Dosen dan mendapat dana dari Dikti, saya harus memiliki Letter of Acceptance (LoA) ke Universitas Tujuan. Btw, dalam hal ini mungkin bukan Univ Katz di Pittsburgh tempat Pak Saaty. Well, nanti saja itu. Pasti yang terbaik yang disediakan Allah. Doakan ya.

Semoga bermanfaat!

NB:

  • Berita kelulusan ini jg merampungkan banyak masalah lainnya
  • Terimakasih khusus untuk Pak Pekik Nurwantoro selaku Wakadek Bagian Akademik FMIPA UGM atas info ttg Letter of Acceptancenya ^_^
  • Tapi, masih belum tahu juga bagaimana cara mengurus LoA tersebut.
  • Anyway, semua indah, apapun akhirnya :)
  • Alhamdulillah

Monday, February 09, 2009

Rencana Wiraswasta Sekunder

 

... bukan apa2, cuma pingin seperti ini :

BUkan Saya Lho

Itu bukan foto saya lho. Hehe, dapat comot dari sini ... Jualan pakek gerobak dorong.

Awal-awal saya merintis dari awal (awal^3), saya pernah mikir jualan pakai gerobak dorong aja. Asyik, mungkin sekedar Tahu Lontong (saya suka sih). Tapi ga jadi, yg jadi malah nerusin kuliah dan selesai. Jadi programmer (dan selanjutnya insya Allah dosen).

Tapi masih ingin punya gerobak dorong. DI jogja nih, peluang bisnis kaya gitu masih terbuka luas lho : rujak,burger, susu murni dan sebagainya. Denger2 dari temen2 penjual yg makai gerobak dorong, pendapatan bersih perharian berkisar antara 30ribu - 50ribu. Oke kan? ^_^

Yang awal ini, mungkin saya akan usaha ini : susu murni dengan sirup. Jadi, simple deh, :

  1. Beli susu murni dari Peternakan UGM, per liter 4-5ribu
  2. Tambahkan essense berbagai rasa
  3. Jual per bungkun 2rb
  4. Untung kan?

Mungkin bukan saya yg jualan, tapi seorang teman yang lagi ga ada ide u/ kerja apa :))

Doain sukses ya!

Semoga bermanfaat...

NB:

  • Pingin bgt jual sendiri ni gerobak. Pasti banyak pengalaman berharga...

Saturday, February 07, 2009

Kunci Efektivitas : Fokus

Saya cuma menekankan ini pada diri saya sendiri, fokus kepada satu tugas di satu saat, lebih bagus hasilnya ketimbang beberapa tugas dalam satu saat. Kecuali, :
  • Tugas-tugas tersebut satu arah
  • Semuanya sudah jelas arah kerjanya
Jika tidak satu arah, dajuga tidak jelas arah kerjanya (masih riset), fokuskan dulu saja pada kerjaan. Itu akan menghasilkan output yang lebih baik.

Tuesday, December 02, 2008

Awal Keberanian Menjalani Hidup Mandiri

Yaitu, Allah yang memberi rezeqi. Bukan Kantor.

PHK? Puh, Hanya Kertas ^_^

 

Yang saya maksud, mindset fase khidupan yang mudah sekali dihafal bahwa setelah SD,SMP,SMA,Kuliah terus harus Ngantor dan terakhir Pensiun, harus diubah menjadi ini :

 

SD,SMP,.... bebas!!!

 

(Saya manut sama Pak Menteri Pendidikan yang rumahnya hanya selat 4-5 rumah dari saya, jadi wajib belajar 9 tahun ya! == Meski  ... sebel jg rasanya manut ^_^ )

 

Tidak ada restriksi untuk kelanjutannya.

Jangan terkesan dengan nama dari suatu instansi. Atau perwujudan fisik gedungnya.

 

Astra Honda Motor? Cuma tumpukan batu yang membutuhkan bapak2 Kuli untuk mendirikannya

Bank Mandiri? Ini lagi, kalau kena gempa skala 6 richter, ga sampai semenit aja, rubuh deh. Cuma akan menjadi tumpukan batu.

UGM? Hoho, ini sih kampus saya. Tapi tetep aja cuma tumpukan batu.

Gamatechno? Kalau ini saya berterimakasih ding, karena Gaji Gamatechno jadi awal saya punya modal menikah. ^_^ Tapi tetep aja cuma tumpukan batu.

 

Yang ingin saya sampaikan, kalau Anda saat ini bekerja di suatu Kantor, maka keluarlah, dan bekerjalah dengan penuh semangat untuk menjadi lebih besar dari Gedung Kantor Anda. Lebih besar. Dan genggamlah Gedung Kantor Anda hanya dengan tangan kirimu. Remas, dan hancurkan. Sampai tidak ada yang lain, kecuali Kebesaranmu...

image

NB :

  • Sungguh, akhir kemandirian hanya Allah yang tahu
  • Alhamdulillah

Thursday, November 13, 2008

Pola Kerja Khusus : 2-1-2

Saya butuhkan jika ada kasus2 mendesak, dimana dalam satu minggu ada lebih dari satu pekerjaan yang menuntut penyelesaian nyaris serempak. 2-1-2 maksudnya 2 hari kerja tanpa tidur malam, 1 hari kerja dengan tidur malam dan lanjut kembali 2 hari kerja tanpa tidur malam.

Pengalaman membuktikan, (pribadi mungkin), jika Anda kerja tanpa tidur malam, maka konsentrasi akan sangat terpusat. Tapi, (juga pribadi mungkin), kalau sudah 3 hari tanpa tidur, badan rasanya melayang-layang. So, batas 2 hari tanpa tidur sepertinya sudah maksimal.

Menarik sekali hidup dengan aturan yang dibuat sendiri.

Bukan gedung tinggi yang disebut dengan Kantor... :)

 

NB :

  • Ayo berwirausaha mandiri.
  • Insya Allah akan cepet memenuhi standar papan yang lebih baik :), insya Allah...

Thursday, September 18, 2008

Merenungi Penggunaan Skala Prioritas dalam Bekerja

Saya mulai dengan Googling disini : time management "priority scale".
Senang rasanya bisa menguasai waktu, insya Allah

NB :
  • Buku yang paling awal mengubah paradigma saya tentang dunia adalah karya Stephen R. Covey, "Seven Habbits of Highly Effective People". Karya klasik, namun pengaruhnya dahsyat sekali
  • Hidup sepertinya bisa diabaikan sama sekali, atau disungguh-sungguhi. Semuanya pilihan.
  • Namun, sebaik2nya hidup adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Dan, untuk menjadi seperti itu, saya harus benar-benar kuat.

Tuesday, March 04, 2008

Hiburan di Gelanggang UGM : Salah Satu Ide Usaha

Saking menghiburnya, saya tuliskan disini.

Sering kan jalan-jalan di UGM kala Minggu Pagi? Banyak ada macam2 hiburan : mini shopping, makanan dan sekedar lihat-lihat suasana yg unik itu.

Diantaranya ada satu hal yang lucu. Sampai saya malu.

Coba lewat di utara Masjid Kampus. Nah, tak perlu susah-susah. Nanti akan ada satu orang pedagang yg cara menawarkan dagangannya menghibur sekali. Menggunakan Mic yg ditempel di Topik uniknya, suaranya keras sekali terdengar. Mungkin beliau masih dekat dengan Kraton, habis, logatnya halus sekali. Coba tebak, kira2 apa yg dijual :

"Mari bapak-bapak, ibu-ibu para pirsawan sekalian. Selamat datang dan mari bergabung bersama kami. Produk kami adalah bagian dari produk empat sehat - lima sempurna. Tidak menggunakan bahan pengawet dan tidak mengenal kadaluwarso..."

Belum bisa menebak? Simak saja selanjutnya.. ^_^

"Produk kami disebut dengan Es Goreng. Cara membuatnya sederhana sekali. Tinggal dipotong dan dimasukkan ke dalam penggorengan. Maka dalam sekejap es goreng yang enak bisa segera dinikmati. Kami juga selalu terbukti laris di mana saja. Dalam keadaan siang panah atau hujan dingin."

Yah, saya tentu saja tidak bisa meniru kata2 beliau. Yang jelas, yg lewat pasti bakal tersenyum2. Hebat sekali wirausahanya!!!

Silahkan dicari... ^_^

NB :
  • Jadi kepikiran melakukan ini : membuat video2 tutorial praktis dan mungkin jg teoretis, semisal desain RDBMS atau VB 6, Java dsb, terus dibuat sampul yg bagus, dan jg disertakan umbul2 yg menarik. Kemudian digelar dan ditawarkan ke teman2 mahasiswa atau pelajar. Mungkin sekeping Rp. 35.000,00, kalau dengan cover yg menarik akan bs dibayar dengan senang.

Wednesday, January 30, 2008

Rencana Kuliah di S2 UGM setelah Wisuda S1 saya

Ada yg tahu saya belum Wisuda S1 setelah 10 tahun?

Coba lihat CV saya, saya bilang kan saya mulai kuliah di Ilmu Komputer UGM dari tahun 1998 sampai dengan 2008. Padahal itu saya tulis tahun 2007. Jadi, sebenarnya itu diakhiri dengan insya Allah. ^_^

Saya jujur sajalah. Dan semoga bisa membangkitkan semangat dan harapan teman2 angkatan lama yang belum wisuda karena satu dan lain hal. Ada yg karena ekonomi, kurang konsentrasi/fokus, masalah cinta, dan lain sebagainya.

Kalau saya, dulu saya pernah mengalami kecelakaan di saat KKN 2003. Itu saya sudah mengambil skripsi satu semester, rencananya malah ingin cepat-cepat pendadaran setelah KKN, mungkin November. Tapi takdir berkata lain. Saya mengalami kecelakaan cukup fatal yg mengakibatkan saya mengalami koma 3 hari di Panti Rapih. Nah, setelah itu praktis saya 2 tahun tidak bisa melakukan apa-apa. Sekedar berencana pun tak bisa.

Separah itu.

Kemudian saya kembali (dengan tertatih-tatih) melanjutkan semua visi dan rencana di tahun 2005. Wuih, itu tahun terberat yang pernah saya alami. Sesak di dada (karena kesedihan) sering membuat saya tak bisa bernafas. Pelan-pelan saya membangun kepercayaan diri dan membangkitkan kedahsyatan semangat saya yang punah di tahun 2003.

Intinya, ada satu pepatah bijak yang saya ingat dan saya resapi dalam-dalam : all pains, will vanished through time. Semua kesedihan akan hilang seiring dengan waktu.

Percayalah dengan kata-kata itu. Jangan terlalu lama menghempaskan diri Anda untuk suatu peristiwa kesedihan. Bangkitlah dan berjuanglah! Dunia ini masih menyimpan sejuta misteri dan kesenangan yang akan mampu menghilangkan segala kenangan pahit di masa lalu!

Khusus untuk saya pribadi, saya ingin memusnahkan 2 tahun yang hilang dari masa hidup saya dengan cara melanjutkan kuliah S2 Ilmu Komputer. Tetap di UGM tercinta. Kalau saya bisa lulus dalam 2/2,5 tahun, maka saya bisa mendapat gelar MKomp sebelum usia saya 31 tahun.

Semoga semua visi saya terwujud.

Bagi Indonesia tercinta!!!

Salam hormat

SWDEV

NB :
  • Tak ada yang tak mungkin di dunia ini
  • Visi? Perbedaannya dengan mimpi cuma satu : Anda bisa mewujudkannya
  • Tak ada batasan bagi Visi. Anda adalah batasannya

Tuesday, January 08, 2008

Mengakui Kehebatan Bill Gates

Saya pikir, salah satu sifat mendasar manusia adalah ego dan keberatannya u/ mengakui kehebatan orang lain. Di dunia yang fana ini, dimana semuanya hanya ujian u/ melihat mana yang paling baik daya upayanya, maka mengalahkan ego (mementingkan diri sendiri) dan mampu mengakui kehebatan orang lain adalah suatu ujian tersendiri yang tidak mudah u/ melaluinya.

Salah satu ujian u/ hal ini, adalah menyikapi Bill Gates. Saya buat sedikit program dengan Visual Basic 6.0 berikut ini :


Anda harus mencentang pernyataan pengakuan u/ menutup jendela (Window) ini.

Kalau saya kembali ke masa awal-awal mengenal komputer, maka nama Bill Gates kalau saya tidak salah ingat, sangat kuat terikat kepada MS-DOS. Untuk kemudian nama itu terikat lagi pada gelegar Windows 95.

Mungkin ada yang heran : kenapa tiba2 ada Windows? Bukankah saya menceritakan hanya menggunakan Ubuntu? Hm hm hm, awalnya memang itu. Namun karena solusi u/ Dik Jaya ternyata harus saya seriusi di laptop saya, maka jadilah saya menginstall ulang Windows beberapa kali agar pas. Pun kemudian juga saya ternyata didekati siswa bimbingan yang membawa kendala penguasaan Flash (sekarang sudah di akuisisi Adobe).


Kemudian juga, Dik Lutfhi Muhammad Ilham meminjamkan (tepatnya saya yang meminta meminjam) buku Bill Gates Berbicara. Dan saya teringat (dan mulai mengenang2) masa awal mengenal komputer dengan MS-DOS, Windows 3.1, Windows 3.11, Windows for Workgroups dan terakhir yang paling mengesankan adalah Windows 95.

Saya harus mengakui kehebatan sosok ini : Bill Gates.

Seorang diri mengatur segalanya dengan cerdik


Hormat saya,
Eko SW

NB :
  • Anda bisa mendownload Goodies ini disini (di host di MediaFire).

Enterpreneur : Memikirkan Satu Jenis Usaha Lagi

Atau tepatnya dua.

Pertama, menulis buku
Ada beberapa pilihan disini, yaitu :
  1. Mngirimkan naskah ke penerbit dan menunggu diterbitkan u/ kemudian saya mendapatkan (itu kalau diterima ya naskahnya) royalti sebesar 10% (Ya Allah, kemana yang 90%??? Hehehe, tentu berbagi keuntungan dengan semua pihak yang bekerja keras di dunia penerbitan). Ini cara yg sangat umum dan paling mudah.
  2. Mencetak sendiri di percetakan,dan mendistribusikannya ke toko2 buku di Jogja. Cara ini pernah saya lihat pada seorang teman, Mas Agus, yang mendistribusikan sendiri buku2 karangan istrinya, seorang novelis, Mbak Arini Hidajati. Cara ini mengagumkan bagi saya. Butuh kerja keras yang lebih.
  3. Mencetak sendiri dengan kualitas terbaik via Printr Laser, meng-Covernya dengan Cover Ivory yang sudah diberi Desain Cover Proffesional dan mendistribusikannya secara Mandiri. Cara pendistribusiannya banyak sekali. Bisa dijual ke siswa2 bimbingan yg tertarik, di kampus2 pada saat ada event2 besar seperti Penerimaan Mahasiswa Baru, Kelulusan, dan banyak lagi. Bahkan bekerja sama dengan penjual buku di Shopping pun bisa menjadi Alternatif. Cara ini paling menyenangkan dalam benak saya.
Mungkin ada pertanyaan, kenapa susah2 sih? Serahkan saja ke Penerbit dan biarkan mereka menggunakannya dalam sistem marketting dan reseller yg telah mereka miliki. Tidakkkah itu mudah?

Iya benar mudah. Tapi derajat kebebasan dan ketak terdugannya tak sebesar cara ke-2 atau ke-3. Sebagai contoh, dengan cara ke-2, Anda bisa memahami bagaimana bisnis Percetakan berjalan dan bisa menjadi fondasi bagi Usaha Percetakan Anda Sendiri.

Sedangkan dengan cara ke-3, Anda akan banyak bersenang-senang... ^_^

Beberapa topik buku yang ada dalam benak saya
  1. Java SMS Gateway
  2. J2ME Application
  3. VB.NET Application
  4. ....
Yup tepat, kasus2 pembimbingan skripsi yang saya tangani sendiri.
Itu bisa menjadi awal dari suatu pembahasan yang sangat menarik.

Semoga bermanfaat,

Eko SW

  • Oh saya lupa. Di dunia penerbitan tentu ada aspek publikasi tersendiri yang rasanya tidak bisa didapat dengan cara ke-3. Hm... kira2 seperti itu.
  • Atau sebaiknya saya menyiapkan satu saja naskah buku u/ penerbit, dan kemudian memulai yang selanjutnya dengan langkah ke-2 atau ke-3
  • Langkah ke-2 merupakan kompromi terbaik.

Friday, December 14, 2007

Perbedaan Jam Kerja Saat Anda Sebagai Karyawan dan Saat Anda Mandiri

Dari segi totalnya?
Insya Allah saat Anda mandiri akan lebih banyak jumlah total kerjanya...
Hm.. atau tidak? (terserah cara kerja Anda)
Yang jelas dari segi bebasnya... Anda yang mengatur...
Artinya, Anda memiliki kebebasan total,
tanpa batas.

Sekedar gambarannya,
ada satu hari dimana saya merasa sangat malas untuk keluar dari rumah,
dan ingin menghabiskan waktu dengan Al-Fath dan Ela saja.
Maka, ya sudah, itulah yg saya lakukan selama dua hari penuh.

Atau ada hari dimana saya butuh dan antusias sekali untuk mengerjakan suatu riset penting,
maka 3 hari itu saya isi penuh dengan kesibukan desain dan koding.
Ups, tapi itu tetap saya lakukan di rumah.
Hanya sesekali saya keluar,
saat butuh koneksi Internet,
karena belum memilikinya via Mobile,
meski insya Allah sudah akan ada
(Alhamdulillah, memudahkan riset via internet dan membahagiakan istri dengan tetap di rumah)

Kalau saya di Warnet, itu pun saya atur untuk mengusahakannya mulai dari jam 6 sampai jam 8,
setelah sholat subuh berjama'ah di masjid, taklim Fadhilah Amal, zikir pagi dan sholat Isyraq 2 sampai 12 raka'at.

Namun, hehe, kalau saya pas lagi bergairah sekali,
maka ada kalanya saya berangkat ke Warnet mulai jam 12 malam, sampai masuk Subuh.
Kemudian sholat subuh, tetap di masjid, dan akhirnya, kalau kuat saya mengikuti taklim (atau kalau sudah seperti ini jadi jarang, karena saya pasti akan terkantuk-kantuk),
atau kalau tidak, maka saya ijin dan pamit pulang setelah subuh
(atau, hehe, tak pamit jg tak pa pa),
dan tidurlah saya dari subuh sampai jam 11 siang,
dengan ditemani Istri yang setia,
yang sudah menyediakan sarapan dan teh Rosella hangat.

Nah, Jangan coba2 melakukan itu jika Anda menjadi karyawan di perusahaan ...

^_^

NB :
  • Tapi saya sadar manusia terdiri dari berbagai tipe dan karakteristik. Meski saya ingin mengatakan bahwa ada manusia yang bertipe senang bekerja di kantor, teratur,senang diatur serta siap menghabiskan waktunya di kantor, namun saya tetap cenderung untuk mengatakan bahwa kebenaran hakikinya adalah manusia senang bebas, tanpa ada yang mendikte dan mengaturnya. Mungkin juga penilaian saya ini salah, dan saya tetap menghargai dan sangat mengagumi teman-teman yang memiliki dedikasi di kantornya...
  • ... Meski... saya tidak merasa banyak manfaat yg bisa ditinggalkan untuk anak keturunan, jika Anda menghabiskan usia sebagai pekerja kantor. Anda tak akan bisa meninggalkan suatu sistem yang berjalan dan siap untuk mereka pelajari. Anda hanya bisa melakukan itu jika Anda sebagai seorang Suami atau Ayah memiliki kemandirian yang Anda latih sedikit demi sedikit, dengan penuh kebebasan serta kebahagiaan. Itu pemahaman saya.

  • Meski selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kalau saya akhirnya mendirikan kantor dan menyerap tenaga kerja? Tidakkah mereka akan mengalami "kesusahan" dan "keterbatasan" hidup seperti yang saya ceritakan? Hm... maka jawabannya adalah Visi Pendirian Kantor tersebut. Itu saja yang bisa saya curahkan, meski ... sebenarnya saya bisa detailkan lebih lanjut. Hanya saja ... insya Allah cukup ^_^

Semoga bermanfaat,

Eko SW

Thursday, December 06, 2007

Sekelumit Tentang Silaturahim, Berbuat baik dan Kemajuan Kemandirian

Saat ini saya sedang bekerjsama dengan Aji Pamungkas dan teman-teman yang lain, dalam mengerjakan proyek pengisian konten s/w petualangan 3D u/ suatu tempat edukasi anak-anak di Jogja.

Kalau saya runut2 ke belakang bagaimana semua ini bisa terjadi, maka saya dapati fondasinya ada dua : kebaikan hati dan silaturahim.

Tidak tidak, saya tidak mengatakan bahwa saya baik hati, namun saya hanya ingin mengatakan bahwa keinginan membantu akan berakibat kepada hakikatnya kita sendiri yang membantu diri kita. Yang jelas untuk akhirat yang abadi, atau pastinya untuk bantuan masa depan kita di dunia.

Begini runtutannya.

Suatu hari saya di telepon Mas Koko yg bertanya kepada saya, apakah berminat bergabung di tim yang mengerjakan software petualangan 3D ? Mas Koko ini adalah rekan satu tim saya saat menjadi asisten bahasa pemrograman C++ dan Java di SiC (Student Internet Center) MIPA UGM. Kami sangat akrab saat pengasistenan dulu tersebut.

Tentang Game 3D, sebenarnya saya sih cuma pernah sampai tahap evaluasi tentang Game 3D pada saat pemilihan topik Skripsi. Tapi akhirnya beralih ke Extreme Programming di Java. Saya sangat berminat dengan tawaran mas Koko, meski saat itu ada rencana u/ belajar bekerjsama di Puskom UGM atas tawaran Pak Bambang Prastowo (gaji yang dihitung sebagai mahasiswa sebenarnya tidak terlalu masalah bagi saya, tapi ternyata Allah sebagai penentu masa depan berencana lain).

Kecenderung saya sebenarnya ingin mengerjakan semuanya sendiri : bukan karena saya bisa dan mampu, namun karena saya senaaang sekali. ^_^ Namun setelah saya ingat2, satu-satunya teman angkatan yang punya kecenderungan ke dunia Game 3D ya hanya Aji Pamungkas. Kemudian saya hubungi dan dia tentu tertarik. Nah, ternyata, Aji-lah yang menjadi juru penyelamat (saviour) proyek ini.

Hm... kalau saya runut-runut lagi, sebenarnya saya dan Aji tidak terlalu akrab. Hanya saja, pernah di akhir semester kelulusan Aji, saya dengan penuh semangat datang ke kostnya (yang pertama kali seumur hidup) untuk "memaksanya" belajar Eclipse di Java. Hehe, padahal saat itu sepertinya Aji belum pernah ngutak-atik Java. Tapi saya paksa saja :)) Bersamaan dengan Eclipse edisi Windows, saya sertakan juga berbagai ebook yang berhubungan dengan Java dan dunia yang ia senangi, Game 3D. Saya tak sangka, hal itu akan berakibat kepada masa depannya dan juga masa depan saya. Akhirnya saat ini Aji sedang tahap menyelesaikan Thesis S2-nya tentang Game 3D dengan Java. Masa depan yang praktis sekali ya?

Jadi, amalan membantu Aji dan kerjasama yang baik dengan Mas Koko berbuah kepada satu proyek Game 3D yang sedang kami geluti ini (kalau dalam kasus saya, maka proyek Game 3D ini adalah dunia baru yang sangat menarik).

Ah ya, bagaimana Mas Koko mendapatkan info proyek itu, adalah karena beliau sekarang ini sedang keasyikan melanjutkan menekuni profesi sebagai asisten Lab di MIPA, dan salah satu praktikannya adalah staff Pemda yang sedang melanjutkan kuliah, yaitu Mas Iwan. Nah, Mas Iwan ini adalah teman dari Mas Bayu, seorang enterpreneur di bidang IT. Kemudian akhirnya Mas Bayu adalah rekan kerja dari Pak Har dan Mas Danang Suharno yang mempunya ambisi besar mendirikan komunitas animator dan programmer 3D di jogja ini, dalam payungan nama Animacity.

Sungguh tak bisa terbayangkan bagaimana masa depan bergulir yang berbuah dari keinginan membantu sesama.

Semoga bermanfaat dan selamat membantu sesama!!!

NB :
• Sekedar buah pemikiran, kalau Anda adalah saya, coba bayangkan jika saat bekerjsama dengan Mas Koko saat asistensi dulu, Anda menunjukkan ketidakjujuran, keegoisan, ketidak ramahan dan seabreg akhlak buruk lainnya? Bisakah beliau punya keinginan menelpon Anda? Kalaupun Anda memang memiliki skill yang diinginkan, sepertinya Mas Koko akan lebih memilih orang yang lain yang mempunyai skill yang tidak sebaik Anda, namun mempunya akhlak yang lebih baik. Kritis sekali ya masa depan itu? Tergantung kepada akhlak dan kebaikan hati Anda.
• Atau kalau Anda tak pernah punya niat membantu Aji, bagaimana mungkin Anda akan dapat menghubungi Aji yang adalah penyelamat proyek Game 3D ini? Ah ya, seperti kondisi saya saat ini, bagaimana mungkin Aji punya keinginan memberi Anda proyek yang berasal dari temannya yang minta bantuan asistensi thesis ? Unik kan?
• Terakhir, jangan lupakan kekuatan Internet. Ternyata mas Koko bisa menelpon saya, karena melihat alamat blog saya di shoutbox Pak Prastowo. Nah, jangan abaikan aktifitas Anda di Internet. Ia akan berdampak kepada masa depan Anda. Baik dan buruk

Tukang Becak Kekasih Saya


Cinta karena ... terenyuh
Saya ingat saat beliau menunjukkan sepatu yg dibelinya u/ putranya

Itu tidak ringan di hati saya ...

Betapa mudahnya saya mendapatkan uang dan harta,
yg saya perlukan,
atau berlebih


Namun beliau mendapatkan sepatu tersebut,
dengan kayuhan becak,
yang tak bisa saya bayangkan lelahnya
.

Beliau adalah kekasih di hati saya,,
yang selalu mampu menggerus hati terdalam,
yang sering mengeras karena kelalaian

Semoga Allah berikan Jannah Firdaus tertinggi untuknya,
Wahai AR-RAHMAN...


Semoga Allah SWT menjaga dan melebihkannya di akhirat nanti,
meski di dunia ini,
manusia mungkin tak menyadari keberadannya
Insya Allah

Sunday, November 04, 2007

Memantapkan Kemandirian

Kemandirian adalah satu kata yang indah diucapkan.
Saya pernah bincang-bincang dgn Pak Prastowo, beliau adalah kepala PPTiK UGM, tentang masalah kemandirian, yg intinya saya katakan : Untuk mandiri, mahasiswa harus memutuskan hubungan dan harapan dengan semua perusahaan. Filosofinya, untuk mengajarkan seseorang berenang, jangan repot-repot mengajarkan teori berenang, lemparkan saja ke sungai. Secara naluri ia akan mengembangkan kemampuan berenang.

Hanya kalau keinginan bekerja di suatu perusahaan berhubungan dengan menambah skill, itu bolehlah. Karena, Anda akan mendapatkan banyak pelajaran berharga dengan bekerja bersama dalam satu tim. Ada hal-hal dalam kebersamaan yang tidak bisa digantikan oleh kesendirian.

Oya, kemandirian bukan berarti kesendirian. Ia adalah kemantapan untuk menentukan langkah, mewujudkan visi dan menggapai harapan; dalam suatu kerangka bekerja dan berpikir pribadi. Pilih aksi Anda. Itulah kata kuncinya!

Selamat berwirausaha!!!

Tuesday, September 25, 2007

Merancang Bisnis Privat Pemrograman

Ini berawal dari sesuatu yang ringan saja : membimbing seseorang untuk menguasai sesuatu aspek dari dunia pemrograman.

Saya pernah mengisi kursus pemrograman di dua tempat di Jalan Kaliurang Jogja yang saling bersaing, BTC dan BiTS. Dan saya senang. Karena memang sangat membantu teman2 yang perlu dibimbing.

Namun kemudian saya mencermati ada tiga hal yang muncul :
  1. Perlunya bimbingan seorang tentor yang berpengalaman
  2. Dukungan pribadi akan lebih bermanfaat, karena latar belakang dan daya serap masing-masing siswa bervariasi
  3. Biaya yang bisa dikurangi drastis jika tidak ada pihak ketiga antara Siswa dan Tentor.
Karena itulah, saya berkomitmen untuk menyusun rencana (dan sudah berjalan) satu usaha lagi, yang saya beri title Door2Door Personal Assistant (D2D PA). Visinya sederhana, mentransfer semua ilmu komputer yang dikuasai assistant ke siswa, dengan strategi bertahap dan kontekstual.

Beberapa lahan garapan yang prospektif, diantaranya :
  1. Mahasiswa D3/S1/S2, ini maklum bersama, karena merekalah yang paling membutuhkan untuk keperluan (atau urgency)
  2. Adik-adik pelajar SMP/SMA, di segmen ini mereka yang harus didekati, karena mungkin kurang paham importancynya (saya mempergunakan istilah Steven R. Covey disini. Betapa banyak orang yang terjebak ke Urgency, alih-alih ke Importancy yang merupakan investasi membahagiakan)
  3. TK dan Pra Sekolah, di segemen ini, mereka dibuat senang dengan IT dan mengenal software yang merangsang daya kognitif mereka, itu sudah cukup.
Cara memasarkan produk D2D PA ke segmen 1 & 2 saya rasa akan sangat menantang. Saya yang harus proaktif mendekati semua segmen dan memasarkan dengan lembut dan meyakinkan akan produk asistensi ini dan betapa bermanfaatnya mengajarkan komputer serta dunianya kepada anak-anak sejak dini.

Mengenai harga, sejauh ini saya berkomitmen untuk memberi 1/2 harga dari lembaga pendidikan formal (baca : bergedung). Itulah esensi layanan ini, Door 2 Door.

Semoga mampu memberi manfaat. Amiin.