Showing posts with label Enterpreneur dan Mentoring::Fondasi Utama. Show all posts
Showing posts with label Enterpreneur dan Mentoring::Fondasi Utama. Show all posts

Wednesday, February 22, 2012

"Ya Allah, aku minta Batizado dari sisiMu"

Puas sekali dengan Batizado 2012 ini. Semuanya terlalu sempurna.. Alhamdulillah

Atau kalau dibuat ringan, judul artikel ini adalah "Event Batizado Grupo Capoeira Senzala 2012 di Kalibata, Jakarta". Namun, diantara misi saya pada blog ini adalah untuk menggugah kesadaran Anda akan eksistensi diri yang tidak mungkin tercipta tanpa Pencipta. Karena itu, saya gunakan judul yang saya harap bisa memasuki hati Anda dan memicu api yang tersekam disitu... :)

Batizado atau pembaptisan, adalah acara pengukuhan seseorang yang mempelajari Capoeira, untuk dapat disebut sebagai Capoeirista. Pada acara ini, calon-calon capoeirista diwajibkan mengikuti roda yang dipimpin oleh seorang Mestre dari pusat Grupo Capoeira yang diikuti. Setelah itu, cordao (=sabuk) akan dipakaikan ke pinggang Anda, sebagai tanda pengukuhan Anda sebagai Capoeirista. Yeiy!

Saya mulai mengikuti Capoeira di pertengahan Mei 2010. Sangat bersemangat! Mengikuti setiap kelas dan berusaha menguasai movement dan sequence Capoeira yang indah dan sangat menawan... 

Namun aktivitas tersebut terpaksa berhenti di bulan Januari 2011, karena saya tertarik untuk berkantor di Gameloft (dan tidak bisa bertahan lama). Berat sekali untuk menjaga ritme latihan, dengan kondisi masuk kantor 8 jam sehari. Diantara faktor lain yang membuat saya memutuskan keluar dari Gameloft juga untuk dapat berlatih dengan rutin lagi (a.k.a Gameloft tidak membayar saya cukup banyak bagi saya untuk mengorbankan latihan). 


Saya berkantor dari bulan Januari - April. Padahal, Batizado pada tahun 2011 digelar pada bulan Februari. Saya sudah paksakan untuk mengikuti Batizado pada tahun itu : mencoba mengatur finansial dan juga jadwal pada hari yang ditentukan... Aduh, tidak bisa : kantor juga meminta saya untuk lembur pada hari tersebut, pun saat itu tidak ada biaya ekstra yang bisa dipakai.

Di hari terakhir persiapan sebelum berangkat Batizado tersebut, saya paksakan untuk datang ke tempat latihan di GSP, UGM. Dan juga daftarkan diri untuk berangkat.. namun, saat itu saya tidak yakin akan bisa berangkat. Sehingga saat saya pulang dari tempat latihan saya mengangkat tangan dan berdoa dalam hati, "Ya Allah, aku minta batizado dari sisiMu"

Sejujurnya, saat berdoa tersebut saya agak sinis kepada Tuhan : "Memang apa yang bisa Engkau lakukan sih?" ^_^

Eladalah, ternyata pada tahun 2012 di akhir bulan Januari, saya bisa berkesempatan mengikuti Batizado dengan sangat memuaskan dan sempurna :
  1. Berangkat PP Jogja - Jakarta dengan pesawat terbang, yang event keberangkatan serta pulangnya sama dengan event aktivitas proyek Airport Pass Bandara Soetta. Biaya? Tentu dari uang proyek.. :)
  2. Menginap dan diskusi tentang proyek tersebut dengan teman dari kantor Administrasi Bandara Soetta, yang lokasinya hanya 10menit via Metromini (dari Menteng Dalam ke Kalibata)
  3. Mendapatkan apilido (=nickname) Capoeira yang dipilihkan dengan penuh perhatian oleh Mestre Pedro. Beliau sampai memberi saya apilido 2x dan bertanya kepada saya, "You don't like your apilido? Wait until this training. I have an event better Apilido for you!". Dan saya mendapat apilido...  El-GĂȘnio!  Mendapatkan tanda tangan di kaos batizado, saya yang pertama kali meminta Apilido kepada Mestre Pedro, dan juga saya yang pertama kali bersalaman dengan beliau selesai acara ini... bagi saya, itu sangat sangat membahagiakan
  4. Tentunya, lebih menguasai Capoeira ketimbang setahun yang lalu...
Alhamdulillah ya Allah... ternyata ... sip deh! ^_^
* Setelah itu saya iseng2 minta sesuatu yang lain aaah... (pengen lihat bagaimana terkabulnya... hehe)

Saya sangat puas dan sedang bersiap-siap untuk mengikuti event Troca de Corda di bulan Juni, untuk mendapatkan Sabuk Kuning. Salve!


Saturday, June 04, 2011

Apakah Kunci Kesuksesan?

Layanan Professional Web Desig, Development and Programming

Jawabannya : "Tiru".
Apa? Tiru? Tidakkah itu menjiplak?

Mungkin, tapi itu tips wasiat Dosen Al-Islam saya di perkuliahan PPKPP (Akta 4) UAD dulu.
Saat beliau mengajukan pertanyaan tersebut, saya tidak terbayang tiru adalah jawabannya.
Jawaban yang lugas, dan mencerminkan tindakan yang jelas : ikuti.

Ikuti langkah orang, teman, guru, murid, tukang becak, ustadz, pastor atau siapapun yang Anda anggap telah memiliki tingkat kesukesan tertentu pada bidangnya. Saya mempelajari dan terkagum-kagum dengan banyak teman-teman di dunia Online ini, salah satunya adalah Mas Budi Utomo founder dari GeraiDesain.

Beliau adalah teman saya saat saya masih lucu-lucunya dulu (saya pernah lucu lho..). Di SMPN 5 Denpasar dulu. Dengan ide bisnis yang sederhana, namun sepertinya cocok dengan gaya hidup dan kerja yang saya inginkan. Sederhananya, atau perbedaan dari layanan pada blog ini adalah : saya lebih serius dan lebih professional. Kalau Anda pernah saya bantu via blog ini, maka bantuan saya bersifat membimbing agar Anda bisa melalui fase Tugas Akhir (Skripsi, Thesis, Disertasi) dengan baik. Meski, ada juga dosen yang menegur saya karena profesi saya ini. Beliau (Pak Joko Susilo) katakan, "Hm, kamu harus tobat itu".

Hehehe, rasanya pipi saya memerah saat itu.

Anyway, doakan keberhasilan saya yaks! ^-^

Bismillah...

Saturday, May 07, 2011

Kepuasan Batin Saya

Mungkin ini dianggap berlebihan, tapi sejujurnya, saya suka mengubah orang.

Saya suka sekali berusaha dengan penuh strategi dan kelembutan (yang mungkin tidak bisa dideteksi), berusaha mengubah cara pandang siapapun, tentang dunia. Saya suka sekali kalau Anda yang dari awalnya tidak menggubris apa itu kematian, kemudian merenung mendalam tentang itu. Saya sangat menikmati sekali, kalau Anda yang dari awalnya tidak peduli sholat berjama'ah, kemudian menegakkan sholat ini dengan setegak2nya (tidak hanya tepat waktu di masjid, tapi juga mengaplikasikan sifat2 tunduk, taat dan disiplin serta yang lainnya ke dalam kehidupan di luar sholat). Ini juga motivasi u/ diri saya sendiri :)

Saya sisipkan disini, potongan percakapan saya dengan Dik Tommy, salah seorang teman yang saya bantu2 sedikit mengajarkan pemrograman. Sebenarnya, saya tidak terlalu fokus mengajarkan pemrograman, itu bisa otodidak. Tapi yang saya kuatkan, adalah sholat berjama'ah. Karena, sholat berjama'ah itu laksanan benteng yang kuat di kanan kiri kita. Mungkin sesekali ada tiupan angin yang kuat, tapi benteng itu akan menjaga Anda sampai ke tempat tujuan :

Di akhir percakapan, kami sama-sama saling mengingatkan, yang intinya
"jangan ngutamain kerjaan di klien. Jaga sholat berjamaah, ga cuma dari kost. Darimanapun"

Kerja mandiri, jangan tergantung pada satu individu atau satu kantor pun!

Semangat dan semoga bermanfaat!!!

Sungguh, saya sungguh2 puas. Semoga ini menjadi amal jariyah saya. Sehingga, saat dikubur nanti, saya tetap mendapat pahala sholat berjama'ah siapapun yang sholat berjamaahnya diawali dengan ajakan saya. Apalagi kalau dia menurunkan ajak-mengajak ini ke siapapun. Wuuuuih, saya bisa jadi kaya raya tuh di Hari Kiamat nanti :p

Hihuy!

Thursday, April 21, 2011

Mengomentari Fenomena Briptu Norman

Sejujurnya, kalau Anda mengamati perkembangan blog saya dari artikel pertama disini, sampai artikel yang sedang Anda baca ini, maka Anda pasti menyadari satu pola : saya jarang mengomentari perkara-perkara yang sedang aktual dan terkini. :) Tidak aneh, karena ada blog yang memang ditulis dengan pola seperti itu, ini misalnya. Selebihnya ada blog yang memang dipergunakan untuk mencurahkan pikiran, perasaan, filosofi dan sekedar foto album keluarga, seperti blog saya ini misalnya.
Mungkin saya memang tidak terlalu menggubris apa yang terjadi di pentas dunia ini : rasanya ya, tidak ada yang benar-benar spesial. Atau, ya, begitulah dunia. Mau diperlakukan seperti apa lagi?
Kecuali fenomena yang sedang trend sekarang ini : Briptu Norman.

Tidak, bagi saya ini bukan hal yang biasa. Saya benar-benar memikirkannya..
Saya agak susah melupakan Tuhan/Pencipta/Allah/Ar-Rahman/Apapun Sebutanmu UntukNya, dalam setiap perkara. Dan, dalam perkara ini saya mungkin agak berpikir mendalam tentangNya. Landasan berpikir saya adalah: Dunia adalah ciptaan, yang dari awal penciptaannya, setelah itu Tuhan tidak melihat lagi. Dunia adalah sesuatu yang mengeluarkan bau anyir yang membuat Nabi Adam pingsan saat pertama kali menciumnya. Dunia adalah terkutuk, kecuali apa-apa yang berhubungan dengan zikir/mengingatNya. Dunia adalah sesuatu yang amat hina, tua, renta dan sudah akan berakhir, namun masih banyak orang yang mengejarnya dan mengorbankan segala sesuatu termasuk kebahagiaan hakikinya dalam beragama, untuk ciptaan yang terkutuk ini.
Terlalu berat?
Anggap saja itu sebagai obat. :)
Coba Anda simak/perhatikan apa yang terjadi pada Briptu Norman : terkenal, muncul di Tivi di berbagai acara, menyebabkan suatu demam nasional, memiliki begitu banyak perhatian yang saya yakin, tingkat perhatian seperti ini yang dicari berbagai jenis orang berikut ini :
  1. Calon Presiden
  2. Politisi
  3. Musisi
  4. Artis
  5. ..... sebutkan saja hampir semua orang yang berburu harta dan tahta disini, maka mungkin semuanya bisa Anda masukkan pada daftar ini.
Bayangkan berapa korban waktu/usaha/uang/kebahagiaan dalam beragama, yang mereka buang demi u/ mengejar semua yang sedang diberikan kepada Briptu Norman. Mungkin statistiknya akan mengerikan sekali : dalam skala milyard/triliun demi... suatu perhatian. Dan, bandingkan dengan apa yang dilakukan Briptu Norman u/ mendapatkan semua yang tidak dia bayangkan/inginkan:
  1. Jaga Pos Tugas
  2. Hape pribadi
  3. Rokok (?)
  4. Dan.. santai2 menghibur diri
... ups, mendapat perhatian yang mungkin akan membuat Presiden SBY membandingkan tingkat kepopuleran albumnya dengan jumlah download video Briptu Norman, dan berkata, "Luar biasa, saya mengaku kalah... " ^_^

Itulah dunia.
Sesuatu yang mungkin menjadi tujuan hidup dan berusaha dicapai dengan berbagai macam cara dan pengorbanan seumur hidup, ups, ternyata bisa diberikan kepada orang yang hanya... apa? Main2???

Begitu ringan kan dunia ini?
Barokallah/GBU... :)

Monday, April 18, 2011

Persiapan untuk Kembali Bekerja dari Rumah

Sesi Foto saat Bersih-Bersih Mobil di Hari Minggu... :)


Ada perbedaannya dari yang sebelumnya : saya merasakan betapa berharganya mendapat privilege untuk bekerja dari Rumah.

Tidak bisa terbayang kembali, untuk bekerja dengan gaya bekerja pegawai kantor. Mungkin ini cuma masalah selera, perspektif pribadi atau filosofi, tapi yang jelas, bisa bekerja u/ kebutuhan keluarga, sembari tetap bisa berada di dekat anak dan istri, adalah suatu hal yang terlalu besar u/ saya terima.
Dan saya akan benar-benar bersyukur untuk semua kemudahan itu. Alhamdulillah

Thursday, April 14, 2011

"Ya Allah, aku minta Macbook dari sisiMu"


Itu doa saya, kira-kira enam bulan yang lalu.
Alasan saya berdoa? Hm, tepatnya ... iseng. Atau lebih tepat lagi, sekedar ... mencoba : "Terkabul juga endak sih?".

Seingat saya, itu saat saya baru selesai --dan berhasil--, mengusahakan mobil bagi persiapan Umi melahirkan. Hm, ada dua permintaan yang saya ajukan dahulu lewat doa, baru kemudian saya berikhtiar --dan terwujud. Redaksi doanya seperti template, seperti ini : "Ya Allah, aku minta __GANTI_DENGAN_PERMINTAAN_ANDA__  dari sisiMu". Awalnya saya minta Sepeda Motor dan kemudian Mobil. Terwujud. Silahkan menggunakan template ini kalau mau, Open Source kok ^_^

Namun perbedaannya begini.
Saya ini orang yang skeptis, mungkin saya terlihat religius, tapi saya itu lebih suka merasionalkan dan --pada akhirnya-- mengabaikan hal-hal yang bersifat religius. Apalagi doa. Bagi saya, doa itu adalah ikhtiar dalam pengabulannya. Tanpa ikhtiar, ya sudah : terwujudnya doa adalah suatu hil yang mustahal. Atau, kalau sekedar mengangkat tangan dan meminta, buyar aja deh. 

Seperti saat dulu sebelum saya memiliki sepeda motor. Maka meski saat itu sebenarnya kondisi finansial mepet sekali, atau nyaris tidak mungkin bagi saya u/ terbayang memiliki sepeda motor, namun saat berdoa, saya yakin pasti ditolong Allah. Diberi oleh Allah. Namun saat berdoa itu, sebenarnya saya menyembunyikan kata-kata hati, "Ah, meski sudah doa gini, tetep aja aku harus mengatur rencana kan? Kalau itu sih, aku juga bisa". Hehe. Nah, saat rejeki terkumpul u/ memiliki Sepeda Motor (V-ixion), itu sebenarnya nyaris ajaib. Saya baru saja beberapa bulan resign dari Gamatechno. Pendapatan naik turun, namun cenderung naik sih. So, di bulan November tersebut, kok ya pada satu hari terkumpul uang kas dalam jumlah yang cukup u/ uang muka V-ixion. Saya rasa saya benar-benar ditolong Allah. Kenapa? Karena bulan itu, November 2008 adalah bulan wisuda saya, dan saya ingin bisa mengantarkan orang tua dengan sepeda motor saya sendiri. Alhamdulillah, terkabul. ---Tapi, saat terkabul pun, kening saya berkerut dan saya berpikir, "Ini sih, saya dunk yang masih harus berjibaku? Bekerja, mengumpulkan uang u/ uang muka dan angsuran? Kurang ajaib deh". Hehe.

Untuk mobil, kurang lebih kejadiannya juga seperti itu. Ada usaha yang keras dari saya. Meski, kalau dipikir-pikir juga, memang kemudahan dari Tuhan terasa. Prosesnya pun membahagiakan kami sekeluarga. Namun, begitu terkabul pun, dan saya bersujud syukur, kening saya masih berkerut, "Ah, ini sih, aku juga dong yang masih harus berusaha. Juga ini kan ada kerja keras yang kuat dari saya u/ membuat mobil ini bisa dipergunakan". Nah, saya langsung terpikirkan sesuatu : saya itu pengen sekali punya Apple Macintosh, Macbook. Namun jelas saya ga mau beli sendiri. Ngapain? "Aaah, ini aja deh, yang dijadikan subject doa". Terus saya berdoa begini :

"Ya Allah, aku minta Macbook dari sisiMu. Tapi aku jelas ga akan mau ngumpulin uang untuk beli Macbook. Berarti, Macbook ini harus dikasih orang lain dong? Lah, siapa yang mau ngasihin? Ga mungkin deh ini dikabulkan"

Hehe, kira-kira seperti itu doanya. Ya saya ga mau lah/ga kebayang mau beli Macbook (pastinya via kredit dunk), padahal kan masih ada tanggungan angsuran mobil? So, saat berdoa itu, sebenarnya saya sinis sama Allah. ^_^

Looh, tapi, seperti Anda lihat pada foto di artikel ini, kok saya malah bener-bener diberikan Macbook White oleh orang lain???? Uniknya, pada satu minggu itu, malah ada dua sumber yang akan memberikan saya Macbook : satu dari Jepang, satunya lagi... malah saya enggak tahu. 

Jadi, suatu pagi saat saya mau berangkat ke kantor --untuk mengajukan resign-- dan saya mampir ke seorang teman.... saya lihat ada Macbook White, dan iseng2 saya tanya, "Itu buat saya yaaa???". Dijawab, "oO, Mas Eko mau yang itu? Ya, dibawa aja mas".

Ya sudah begitu aja.
Ini saya buat artikel ini di Macbook White tersebut, via Apple Safari....

Asyik ya?
Alhamdulillah

NB :
  • Nah, untuk kasus yang satu ini, saya menyerah deh sama Allah. Jujur, saya ga kebayang ada kejadian aneh seperti ini. Saya mengaku kalah dari Allah.... ^_^
  • To be simple, jelas tidak benar-benar diberi begitu saja. Ini sebagai pemikat agar saya mau membantu-bantu mengkoordinasi proyek di PT yang baru didirikan oleh beliau (Nah lho, malah kebanyakan yang saya dapat? heee)
  • Akhir kata, semoga tidak ada terbersit perasaan di dada Anda bahwa, "Wah, Mas Eko ini riya', sum'ah atau ujub". Please don't. :)
  • Memotivasi Anda untuk berpikir tentang pencipta Anda


Wednesday, March 30, 2011

Kontemplasi Sejenak Tentang Kehidupan Dunia


Hm...Let me contemplate on something... :)

Saya bekerja di rumah sudah  hampir, .. 2007 - 2010 = 3 tahun (ini hitungan matematis yg ga logis benernya.. negatif dong? :D)
Dan sekarang saya sudah bekerja di Gameloft Yogyakrta selama 3 bulan
dan dengan logika yang lurus, saya memutuskan ... resign :)

One of the main reasons are, I miss my daughter : http://swdevsoftwareconsulting.blogspot.com/2011/03/al-fath-cintanya-abi.html
Bayangkan, dari dia lahir sampai 3.5 tahun, saya liat dia tumbuh kembang sembari saya koding di rumah.
Sering minta dipangku saat saya koding, dan tekun ngeliatin saya koding di Emacs.
Saya ajak berangkat ke masjid tiap adzan berkumandang

Dan, tiga bulan ini saya tersadarkan betapa tak ternilainya semua itu
Koding sehari2 hanya u/ koding.
Berangkat pagi pulang malam, cuman u/ koding : sesuatu yg bs saya lakukan dengan bersenang2 di rumah...

Berangkat ke masjid sendiri

Hari pertama kerja, ada air mata yg menitik mengingat itu
Dan saya ga bs bayangkan lebih dari 1 bulan lg spt ini ...
It's not mandatory, so.. why go to the office ... until your age reach 50th???

NB :
Next Life? Home... :)

Thursday, October 22, 2009

Amalan Untuk Kemakmuran Hidup Di Dunia



Saya percepat ya, silahkan cari sendiri hadits-hadits tentang ini :
  1. Jaga sholat berjama'ah di masjid, kerja di kantor tidak boleh sebagai halangan. Ini yang paling utama. Kerjakan saja yang ini, hidup pasti akan jauuuh lebih mudah dari saat mengamalkan pertama kali. Janji Allah loh ini (diantaranya janji yang lain adalah keberkahan usia dan harta, bebas dari adzab kubur, melewati jembatan shirath secepat kilat, masuk surga tanpa hisab). Menurut saya, yang dimaksud dengan Keberkahan Usia adalah sederhan saja : pensiun dini. Hehe
  2. Jaga sholat Dhuha, antara 2 sampai 6 rakaat. Ideal kalao bisa 12 rakaat. Dibagi 2x saja, 6 - 6, yang pertama sesudah terbit matahari, yang kedua jam 9-an saat mulai aktivitas kerja
  3. Jaga membaca Surat Al-Waqiaah setiap hari, selepas Maghrib.
  4. Sedekahkan 2.5% ke orang lain, di luar tanggungan kita : anak, istri dan ayah/ibu yang tidak bekerja lagi.
  5. Tahajjud setiap malam.
Saya sedang berusaha mengistiqomahkan, ayo sama2. ^^

Semoga bermanfaat!

NB :

  • Untuk Tahajjud, saya tidak kuat loh. Saat ini, bisanya hanya setelah rawatib Isya, langsung ditutup dengan witir. Habis, seringnya kerja lembur buat program. Udah deh, bablas sampai subuh (atau sampai mau terbit matahari? hehe)
  • Kalau untuk Jama'ah di Masjid, insya Allah 5waktu di masjid, bablas kalau ketiduran sampai lewat subuh saja, dan atau dalam perjalanan.
  • Salut bagi yang bisa istiqomah Tahajjud.
  • Ada yang bisa????

Memimpikan, Merencanakan dan Mengatur Usaha di Quadrant III serta Sedikit Aspek Quadrant IV


Jelas, di dunia ini, kalau dalam tataran perspektif akan sesuatu hal, maka tidak ada kebenaran absolut, yang hanya terjadi kalau satu atau beberapa kriteria dipergunakan untuk melihat melalui perspektif tersebut.

Saya berbicara tentang jenjang Kesempurnaan Aktivitas Hidup yang dimodelkan oleh Robert T Kiyosaki dengan The Four Quadrant-nya. Melompat dari Quadrant yang lebih kecil, ke Quadrant yang lebih besar, benar-benar bukan hal yang ringan dan bisa dilakukan dalam sekejap. Beberapa tahun yang dibutuhkan. Saya baru berada dalam Tahun Kedua kehidupan sebagai Self-Employee, dan menurut saya, saya baru bisa berada di Quadrant III dalam Tahun Ketiga. Nah, ini lah rencana ke depan tersebut (Saya sharekan dengan Harapan ada yang terinspirasi dan termotivasi) , beberapa sudah saya revisi namun tetap saya sertakan, agar ada yang bisa mengambil pelajaran :
  1. Berinvestasi kepada suatu usaha/institusi, yang akan memberikan fix income sebesar sekian persen (5% untuk kasus Brother Cells), dari modal yang kita tanam.
    Sampai beberapa lama, opsi ini tak tergantikan. Sampai saya melihat suatu tawaran akan model franchise, yang lebih mudah dikontrol dan dipantau kemajuannya. Ini dimulai dari share seorang Dosen ITS (hehe) yang mengambil waralaba Rental DVD Original. Wah, ... menarik sekali. Beliau juga sampaikan, bahwa model investasi ini beresiko. Coba lihat komentar berikut pada artikel saya terdahulu : http://tinyurl.com/swdev-brother-ambruk. Sehingga ide ini saya coret dari daftar yang mungkin dilakukan.
  2. Mengambil salah satu franchise yang ditawarkan di Jogja, dan menjalankannya dengan mengambil pekerja.
    Hm, saya mencoba mendekati franchise yang ditawarkan oleh dejamur (8 juta), dan setelah datang ke pameran franchise beberapa hari lalu di Gedung Mandala Wanitatama, maka opsi tersebut bertambah. Senang sekali melihat inovasi2 tersebut. Yang saya cermati, adalah Franchise Ayam Tulang Lunak (7 juta) dan Dawet 71 (3,5 juta). Tidak mahal-mahal kan? Memang untuk skala 7 juta ke atas, (saat ini) saya agak berpikir untuk mengumpulkan modalnya. Namun yang paling gampang adalah ini : begitu Vixion lunas, Mei insya Allah, maka BPKB-nya dijaminkan (di Bank atau lembaga pendanaan lainnya), dan uangnya dipergunakan untuk mengambil salah satu Waralaba tersebut. Dan, setiap bulan, uang Net Profitnya, utamanya tidak dipakai untuk konsumsi, namun dipergunakan untuk pembayaran kewajiban angsuran. Artinya, 6 bulan, tidak usah berpikir tentang profit dari hasil franchise tersebut.
  3. Namun, ada peluang yang bisa lebih berkah ketimbang sekedar mengambil franchise tersebut. Ini dia : danai satu pengusaha yang berbakat dan sedang mencari modal. Saya didatangi seorang teman yang bekerja di Pabrik Roti Muntilan, Magelang. Setelah saya tanya2, kenapa tidak membuka usaha sendiri? Maka dijawab (klise ya) : modal. Nah, ini yang saya maksudkan. Investasi untuk Franchise, bisa dialihkan ke pembiayaan modal untuk teman saya tersebut, tentu dengan kesepakatan awal, saya mendapat komisi persentase bulanan dari net profit yang di dapat. Angka 40% saya rasa baik, karena sebagai pekerja, beliau harus diutamakan penghasilannya.
  4. Investasi Tanah Sawah.
    Nah, ini ... ^^, saya rasa tidak dalam 1-2 tahun ini. Mungkin 3-4 tahun lagi. Beli tanah, tidak untuk didirikan rumah, namun diserahkan ke Petani (mungkin lebih baik kerabat sendiri). Atau, seperti yang teman Baker tersebut sampaikan, : "Kenapa tidak langsung saja Kebun Karet di Luar pulau Jawa?".
    hehehe. indah sekali. Tapi, itu 3-4 tahun ya, insya Allah
Semoga bermanfaat!

Eko SW
NB:
  • Kita harus berani mengambil resiko, itu kuncinya!!!

Friday, October 02, 2009

Mengenang Usaha Wiraswasta Saya Yang Pertama Kali

Saat itu saya adalah asisten komputer untuk lab praktikum d SIC FMipa UGM. Sy dengan mas Pancara (rekan kerja saat ini) diantaranya menangani kelas PBO dan C++.

Tentu, umumnya adik-adik ini masih awam akan komputer dan dunia programmingnya. Serta butuh bantuan (hehe) untuk informasi sumber daya belajar yang harus dipakai.

Nah,disinilah insting bisnis saya bekerja : berbagai ebook pemrgrmn sy kmplkan dalam dvd, dan saya tawarkan ke adik2 tsb, @50rb.

Kalao ga salah inget, saya dapat 400ribu. Hehe :p

Monday, September 28, 2009

Virtual Pride : Jabatan Di Kantor

Apa artinya jabatan jika pendapatan beliau lebih besar?
Kebanggaan semu....
Saya mulai dgn ini saja. Dulu, saat jbtn sy System Designer(kedengarannya cool y?), saya smpt jln brdmpgan dgn seorang pemulung sampah plastik. Stlh menyimak perbincangan dengannya, saya dapati kenyataan ini: besar gaji saya kalah darinya. Sejak saat itu saya meragukan sekali status saya sebagai pegawai, bisa mengantarkan sy kpd kemakmuran.

Setelah 2 tahun berselang, tnyt saya dapati kenyataan yang lain lagi: gaji posisi Manajer, saat ini sudah dibwh pndptan bulann saya.
Apa artinya bangga thd jabatan?

Friday, September 25, 2009

Employee atau Self Employee???

Oya, Anda bisa bekerja sembari tetiduran kalau mau :)
Yaitu, mana yang terbaik? Apakah mutlak, berdasarkan tingkatan Quadrant Robert T. Kiyosaki, Self Employee lebih baik dari Employee?

Saya rasa saya harus mengatakan jawabannya adalah YA. Menghilangkan perusahaan yang menjadi perantara antara klien dengan Anda, jelas akan membuat Anda berhadapan face-to-face dengan klien. Artinya, chance pendapatan Anda lebih besar adalah pasti.
Namun, bagaimana jika yang ditunjukkan adalah Employee dengan gaji 25juta perbulan dan tunjangan mobil serta rumah?
(berlanjut)

UPDATED: Tetap saja, pilih self employee. Or, at least, remote working.

Friday, September 11, 2009

Memaksimalkan Waktu 2 Jam Setelah Sholat Jum’at Untuk Bekerja

image

Jum’atan di Mekkah (2006) dari Detik.com

Yaitu, dua jam-an dari sekarang, karena pada Surat Al-Jumu’ah ayat 9 - 11, dikatakan :

image

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

image

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”

image

Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki”

Pada ayat ke-10 tersebut, secara tegas disampaikan untuk berusaha mencari karunia Allah. Setelah secara tegas memerintahkan menunaikan Sholat Jum’at dengan meninggalkan jual beli, maka ayat selanjutnya memerintahkan untuk berniaga setelah itu. Nah, itu, menurut saya, indah sekali kan?

Semoga bermanfaat!

NB:

  • Inginnya Jum’atan di Markaz Al-Ittihaad Jakal Km 5 (depan Wahana Disc), terus mau ke partner kerja untuk bahas tentang Proyek Baru dengan LPPM UGM. Tapi, karena ada klien dari Jakarta yg akan datang ba’da Ashar, hm, betapapun inginnya, maka lebih baik kalau saya gunakan waktu 2 jam itu u/ memantapkan materi u/ pertemuan ba’da Ashar dengan beliau.
  • Bismillah…

Thursday, September 10, 2009

Dinamika Desktop Kerja Part II

image

Semakin lama, ritme kerja semakin disadari. Pada artikel Dinamika Desktop Kerja sebelumnya, saya baru mengenali adanya Konsep Go!, sebagai fokus kerja harian. Namun, selang kemudian, ada beberapa kenyataan berikut ini:
  1. Kerja dalam status Final Touch, sangat mungkin untuk menyita waktu kerja status Go!. Perbaikan-perbaikan program, modifikasi dan sebagainya memiliki prioritas yang lebih tinggi. Sehingga pada pengaturan desktop yg II ini, isi dari folder FinalTouch juga saya jabarkan, 50% berbagi space horizontal desktop, namun porsi icon small, 1/4 dari icon folder Go! Maksudnya adalah supaya fokus kerja tetap pada folder Go!, namun dengan persiapan untuk selalu bisa mengerjakan pekerjaan pada Final Touch.
  2. Prinsip folder Today! Karena kenyataan #1 di atas, maka pada satu hari kerja saya kemungkinan menyelesaikan pekerjaan dari beberapa status kerja : Go! atau Final Touch. Karenanya, kerjaan yang akan diambil pada hari ini, akan saya drag dan drop shortcutnya ke toolbar Today!
  3. Prinsip Folder Done! Adalah kerjaan pada folder Today! yang telah rampung dikerjakan.
Selain itu, saya juga menggunakan konsep pewarnaan icon folder. Dari beberapa warna berikut, maka saya sudah gunakan beberapa tanda warna berikut ini :
image
Red, pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan lebih cepat
Orange, fase mengarah ke Red : segera hentikan agar tetap biru.
Biru, status normal : kecepatan konstan
Green, ini berarti pekerjaan yang diselesaikan lebih cepat dari yang diminta. Atau pekerjaan yang ringan sekali
Gray, pekerjaan yang hampir closing, tapi saya biarkan saja, karena memang masih ada kemungkinan ada revisi atau bantuan pembelajaran.
Kuning dan pink belum pernah, tapi mungkin bisa digunakan untuk status kerja mengarah ke orange dan … seneng ^^ (pink kan seneng tuh intinya)

Terimakasih sekali untuk tool BricoPack Leopard XP 1.0 yang dikasihkan salah satu teman, yang membuat tool tersebut terinstall langsung pada juga themes Leopard 2.0 yang membuat tampilan folder … beda aja ^^
Semoga bermanfaat!
NB:
  • Yang saya tuliskan disini, sering menjadi bahan refleksi dan evaluasi saya pribadi.
  • Dan mudah2an ada yg bisa mengambil pelajaran : jangan ulangi kesalahan2 saya. Kira2 spt itu ^^

Saturday, September 05, 2009

Satu Alasan Sederhana Untuk Tidak Bekerja di Kantor : Penghargaan Kerja Per Jam Terlalu Kecil – Part I

image
Jogja sebenarnya untuk standar gaji terlalu kecil untuk dijadikan contoh, tapi, biarlah, saya mulai dari standar gaji Jogja yg baik : Rp. 2.500.000,00. Menggunakan jam kantor standar, yaitu jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore, maka penghargaan kantor untuk per jam kerja Anda adalah sebagai berikut =
Total Penghargaan / jam = Rp. 2.500.000,00 / ((Jam 4 sore – Jam 8 pagi – Istirahat Siang 1 Jam) * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 2.500.000,00 / (7 jam * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 2.500.000,00 / 182 jam
= Rp. 13.736,26
Mohon, jika sudah meniatkan diri untuk bekerja di kantor, angka Rp. 13.000,00 lebih dikiit, dicamkan baik-baik : jangan ingat total yang mencapai 2,5jt (btw, u/ mendapat angka ini di Jogja … tidak mudah ^_^), tapi ingatlah Tiga Belas Ribu Rupiah.
Satu solusi yang paling populer, adalah pindah kota, berjibaku di “Ring Zero”, Jakarta. Di kota tersebut, gaji awal 3juta bagi Programmer, lumrah adanya. Baik, dengan menggunakan perbandingan gaji 2,5 juta adalah gaji yang tinggi di Jakarta, maka saya akan lipatkan jumlah gaji tersebut menjadi 6juta saja : supaya perbandingannya adil (kalau 3 juta di Jakarta, maka di Jogja itu sepantaran dengan 750ribu – 1 juta). Maka, beginilah jadinya hitung-hitungan penghargaan kerja Anda per jam di Jakarta :
Total Penghargaan / jam = Rp. 6.000.000,00 / ((Jam 4 sore – Jam 8 pagi – Istirahat Siang 1 Jam) * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 6.000.000,00 / (7 jam * 26 hari tiap bulan)
= Rp. 6.000.000,00 / 182 jam
= Rp. 32.967,03
Atau, perjuangan Anda menjadi Employee dengan pindah ke kota yang berpredikat Kota Dengan Udara Terburuk Ketiga setelah Mexico City dan Bangkok, cuma dihargai Rp. 32.967,03 – Rp. 13.736,26 = Rp. 19.230,77. Dua Puluh Ribu Rupiah pun tidak genap… Bahkan, saya jadi ingat, untuk bekerja sebagai pegawai di Jakarta, Anda harus meluangkan waktu 4 jam tiap harinya : 2 jam untuk berangkat, dan 2 jam lagi untuk pulang. Maka, hitunglah sendiri, total jumlah jam kerja per bulan meningkat menjadi = 4 jam * 26 hari tiap bulan = 104jam. Sehingga total jam kerja tiap bulan menjadi = 182 jam + 104jam = 286jam. Maka, penghargaan Anda tiap jam, turun drastis menjadi = Rp. 20.979,02 Anda dihargai hanya sedikiiit lebih tinggi dari Rp. 20.000 per jam.

Itu artinya, gaji 6 juta per bulan di Jakarta, hanya bernilai Rp. 7.242,74 lebih besar dari gaji 2.5 juta per bulan di Jogjakarta!!!


Miris sekali kan?
(Akan saya lanjutkan, pasti…)
NB :
  • Hayuuuh, semangat2 membuat bisnis sendiri… ^_^
  • Btw, saya sebenernya ingin ekstremkan lagi dengan menggunakan contoh gaji 10juta per bulan di Jakarta, namun hitunglah sendiri. Itu tidak layak sama sekali dengan pengorbanan hidup yang diberikan…
  • Untuk 10 juta perbulan, Anda sudah dinilai Rp. 34.965,03 per jam. Hm.. sudah merasa cukup banyak ??? ^_^ Jangan, saya belum lagi membandingkan apa yang Anda dapat jika sudah mampu bekerja dengan lebih profesional sebagai seorang Programmer Mandiri…
  • Untuk contoh pekerjaan Wiraswasta yang lain, saya belum mampu berikan contoh : karena saya jelas lebih mengenal seluk beluk dunia Programmer. Pasti, ceruk nafkah yang disediakan oleh jenis pekerjaan yang lain bisa berlipat lebih tinggi dari kerja seorang Programmer…
  • Amiiin… :)

Wednesday, September 02, 2009

Transformasi Paradigma Rumah > Kantor + Sekolah

rumah
Saya lagi senang dengan operator pembanding >, yaitu greater than atau lebih besar dari.
Sehabis berbincang dengan Ummi tentang Al-Fath yang tumbuh lebih cepat berkembang kecerdasannya, ketimbang anak seusianya. Saya tidak menyadari awalnya, namun kenyataan bahwa saya dan Ummi tidak bekerja di kantor tentu memberikan sumbangsih besar terhadap perbedaan perkembangan Al-Fath. Sepertinya, Al-Fath (dan adik2nya kelak) tidak akan mengenal konsep kantor ^_^
Paradigma yang tidak disadari, adalah kita menganggap sekolah adalah keniscayaan bagi anak kita, sebagaimana kita umumnya menganggap bahwa kantor pun adalah keniscayaan. Yang saya maksud dengan niscaya adalah ini :
  1. Wajib
  2. Tidak ada pilihan lain
  3. Di luar itu, tak akan bisa … bahagia
Keniscayaan itu muncul, dimulai dari Anda sebagai orang tua yang berperan utama untuk membentuk paradigma anak. Anda harus terlebih dahulu mengubah paradigma itu : bahwa saya bisa menciptakan rumah yang mempunyai kekuatan lebih besar dari gabungan antara Sekolah + Kantor.
(Berlanjut, … mungkin ^_^)
Semoga bermanfaat!
NB:
  • Dengan konsep ini, maka saya tidak merasa perlu mematuhi aturan atau kurikulum sekolah untuk memberikan pelajaran atau pengayaan lain untuk Al-Fath (dan adik2nya). Misal, saya ingin sekali Al-Fath memahami konsep Matematika dari awal mulai berpikir secara rasional. Juga, konsep kehidupan sebagai sesuatu yang diciptakan dan dianugerahkan Supreme Being (Allah SWT) adalah konsep yang ingin saya tiupkan setiap harinya.
  • Juga Muhammad sebagai Tujuan Hidup.
  • Amiin…. 

Saturday, February 28, 2009

Tips Efektif Meningkatkan Efektifitas

 

Saya masih inget sekali, dari sebuah blog (lupa, nanti insya Allah saya carikan) sampaikan bahwa pendiri IlmuKomputer.com memiliki tips untuk bisa menyelesaikan banyak kerjaan, dan mengerjakan banyak tugas dengan satu tips ini saja :

  1. Kurangi tidur
  2. Kurangi tidur
  3. Kurangi tidur

Hahaha. Atau tiga ya? Bagus sekali tipsnya. Saya pikir itu benar, dan yang bisa menguatkan itu hanya satu : niat hidup.

Buat apa saya mengurangi waktu tidur? Nah, ini yang menjadi pertanyaan mendasar. Untuk mencapai kekayaan kah? Untuk mencapai kedudukan dunia yang sementara kah? Saya kurang tahu, tapi yang jelas, so far, Untuk Bisa Menyelesaikan Banyak Order Dari Siswa2 Seantero Indonesia (ga berlebihan loh)

Semoga bermanfaat!

NB:

  • Mau anter Istri ke Puskesmas, jd ingin tuangkan ide ini, smg ada yg terinspirasi,khususnya saya
  • Saya malah agak lupa siapa pendiri IlmuKomputer.com, tapi tentu segera saya kasihkan linknya ^_^

Wednesday, February 25, 2009

Merenungi Hakikat Usia

 

Coba dimulai dengan menjawab pertanyaan ini, "Apa tujuan hidup?". Kudunya tidak bisa dijawab dengan cepat. Paling mikir2 dulu, kening berkerut dan merenung agak lama. Biasanya, jawabannya, "Endak tahu". Hehe. Serius, kebanyakan ndak bisa memberi jawaban yang meyakinkan. Sampai akhirnya sampaikan, "Dunia cuma sementara. Jadi tujuan hidup bukan di dunia"

(... sedang diolah ...)

Thursday, February 05, 2009

Kepatuhan Seorang Istri...

... adalah surga tertinggi balasannya.

Nabi Adam dan Ibu Hawa diturunkan dari surga karena Adam taat pada Istri, dan Hawa membangkang pada Suami. Sehingga PR dari Anda sebagai laki-laki, atau Anda sebagai wanita, adalah jika telah berkeluarga, Suami tidak boleh taat dan patuh pada Istri, dan Istri tidak boleh menantang dan membangkang kepada Suami.

Mudah? Tidak juga.
Sebagai suami, Anda akan berusaha menyenangkan istri. Sebagai istri, Anda akan berusaha .... (saya tidak bisa menjawab, karena saya di sisi suami sih.. :) )

Jadi ingat, saya pernah sampaikan kisah ini kepada Istri terbaik saya,

(Kisah ini saya cek dulu ya kesahihannya...)


"Suatu saat Sayyidina Ali sedang menaiki pohon, dengan diperhatikan oleh Sayyidatina Fatimah dari bawah pohon. Kemudian, Syd. Ali menemui 2 pijakan yg berbeda, yg satu kecil, dan yg satu besar. Melihat suaminya sedang berusaha memilih, maka Sydt. Fatimah memberikan usul dari bawah, "Suamiku, pilih yg besar, itu lebih kuat". Maka Syd. Ali siap-siap memilih pilihan tsb, sampai mengingat nasihat Rasulullah S.A.W, (mafhum), "jika istrimu memberikan saran, jangan diterima". Maka, meski pun dahan yg diusulkan oleh Sydt. Fathimah itu besar, namun Syd. Ali tetap memilih yg kecil. Diinjak, yak! Patah. Dan beliau terjatuh dari pohon....

Maka istri beliau mendekati dan berkata, "kan sudah kubilang pilih yg lebih besar". Jawaban Syd. Ali "Aku ingat pesan Rasulullah untuk tidak mengikuti saran istri". Jelas Sydt. Fatimah marah2. Maka mereka berdua mengadukan perihal tsb.

Setelah mendapat laporan dr kedua pasangan suami-istri tsb, maka Rasulullah sampaikan, "Baik, mari kita kesana". Sesampainya di sana, dicek lah dahan tsb dgn memotongnya, maka apa yang terlihat? Seekor ular....

"Maka jika suamimu memilih dahan yg besar ini, disitu ada ular"...


Itu yg awalnya membuat istri sy jg pernah marah, namun lama-kelamaan mereda dan setiap kali kita bermusyawarah, ia sampaikan, "itu hanya saranku, kau pilihlah yg mana saja"

Dan saya sangat bahagia dengan Takdir Allah... :)

Semoga bermanfaat!
  • Untuk Istriku, yg berulang tahun di Tanggal 2 Februari 2009 kemarin.
  • Semoga Alfath tumbuh menjadi anak yg cantik dan cerdas ya Ummi... :)
  • Barokallah....

Tuesday, December 02, 2008

Awal Keberanian Menjalani Hidup Mandiri

Yaitu, Allah yang memberi rezeqi. Bukan Kantor.

PHK? Puh, Hanya Kertas ^_^

 

Yang saya maksud, mindset fase khidupan yang mudah sekali dihafal bahwa setelah SD,SMP,SMA,Kuliah terus harus Ngantor dan terakhir Pensiun, harus diubah menjadi ini :

 

SD,SMP,.... bebas!!!

 

(Saya manut sama Pak Menteri Pendidikan yang rumahnya hanya selat 4-5 rumah dari saya, jadi wajib belajar 9 tahun ya! == Meski  ... sebel jg rasanya manut ^_^ )

 

Tidak ada restriksi untuk kelanjutannya.

Jangan terkesan dengan nama dari suatu instansi. Atau perwujudan fisik gedungnya.

 

Astra Honda Motor? Cuma tumpukan batu yang membutuhkan bapak2 Kuli untuk mendirikannya

Bank Mandiri? Ini lagi, kalau kena gempa skala 6 richter, ga sampai semenit aja, rubuh deh. Cuma akan menjadi tumpukan batu.

UGM? Hoho, ini sih kampus saya. Tapi tetep aja cuma tumpukan batu.

Gamatechno? Kalau ini saya berterimakasih ding, karena Gaji Gamatechno jadi awal saya punya modal menikah. ^_^ Tapi tetep aja cuma tumpukan batu.

 

Yang ingin saya sampaikan, kalau Anda saat ini bekerja di suatu Kantor, maka keluarlah, dan bekerjalah dengan penuh semangat untuk menjadi lebih besar dari Gedung Kantor Anda. Lebih besar. Dan genggamlah Gedung Kantor Anda hanya dengan tangan kirimu. Remas, dan hancurkan. Sampai tidak ada yang lain, kecuali Kebesaranmu...

image

NB :

  • Sungguh, akhir kemandirian hanya Allah yang tahu
  • Alhamdulillah