Showing posts with label salafy. Show all posts
Showing posts with label salafy. Show all posts

Thursday, April 08, 2010

Al-Mahdi adalah Muhammad


Bismillah...

Memikirkan apakah kita berada pada jalur yang tepat, ... saya pikir gampang2 susah. Bagaimana kita tahu, kita berada pada jalur yang tepat? Yang akan mengantarkan kita ke orang yang kita cintai?

Saya berpikir tentang perbedaan Ummat. Yaitu, kenapa Islam tidak bisa adalah Islam yang satu? Bergolong-golongan. Ada sih, hadits ttg 73 golongan, 72 masuk neraka, hanya 1 yang selamat. Huhuhuhu, sedih banget.

Kalau nih, Anda yakin, Anda adalah golongan yang selamat itu... maka Anda harus menangis, meratap dan tersiksa dalam menjalani hidup di dunia ini. Kenapa? Lha wong, bagaimanapun golongan selain Anda beramal...akan masuk neraka kan, kalau tidak menjadi golongan Anda? Ga boleh banget merasa puas berada di golongan yang satu itu, tanpa secara aktif, kontinyu dan merendahkan diri, berusaha mengajak manusia menjadi golongan Anda. Susah lho hidup menjadi golongan yang selamat itu...

Lalu bagaimana menyikapinya?
Hm... nah kan? Saya rada kehabisan kata2.
Mungkin ada beberapa point yang saya tekankan :
  1. Jangan pernah merasa Anda adalah golongan yang selamat itu. Dengan cara ini, Anda akan lebih bisa merendahkan diri, dan tidak terjebak kepada sifat2 .. yang ga baik deh.
  2. Mintakan kepada Allah, agar semua golongan diberikan ampunan, dan tidak merasakan Neraka. Mungkin ada yg mikir : "melawan hadits dunk?". :D Gapapa. Smoga Rasulullah malah cinta kepada orang yang mendoakan seperti ini. Amiiin
  3. Dakwah. Ajak kepada Islam. Tuntun yang ga sholat, spy sholat di Masjid. Yang sudah sholat di rumah, supaya sholat di masjid. Yang sudah sholat di masjid, supaya mengajak orang-orang lain sholat ke masjid. Rumit banget lho itu. Kalau sendirian melakukan itu, ga kuat deh. Berjama'ah dalam mengajaknya.
  4. Terakhir, tunggu kedatangan Al-Mahdi.
Naah, kenapa ada point #4? Karena, pasti nih, ada yang berselisih paham : "saya lho, golongan yang selamat. Kamu ga mungkin yang selamat. Lha wong kamu itu *****, dan *****, serta *****". Iya sih. Maka solusinya adalah cuma 1 deh, kalau udah gitu : Tunggu Kedatangan Al-Mahdi, yaitu :
  1. Siapa yang akan dibai'at di Mekkah, setelah keluar dari Madinah ???
  2. Tentara negara mana yang akan ditenggelamkan Allah di Mekkah ???
  3. Siapa yang akan selamat sampai bertemu dengan Nabi Isa, setelah menghadapi masa-masa sulit, masa-masa Dajjal ???
Kalau ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan harus-sangat-sangat merendahkan hati : saya, maka Selamat! Anda adalah golongan yang selamat. Dan kami akan mengikuti Anda. Pasti! Cuman sih, kalau menekankan diri pada point #4, dengan menggunakan paradigma hanya satu golongan yang selamat, berarti itu berjudi dengan waktu dong? Ga ah, terlalu serem.


Saya menulis ini, setelah serangkaian komentar dengan Mas Frontal (iya lho, itu namanya), tentang perbedaan antara Jama'ah Tabligh dan Salafy. Rada rumit saya mikir win-win solution-nya. Solusi dimana semua orang bahagia. Dan, inilah jawaban saya tentang perbedaan ummat. :)

Semoga bermanfaat!

NB:
  • Yang saya maksud dengan Al-Mahdi adalah Muhammad pada judul artikel ini, adalah tentang penderitaan, dan jawaban terhadap penderitaan tersebut. Selalu ada gejolak saya sangat2 menderita begitu mengingat nama ini : Muhammad. Sangat mencintai, namun tak pernah bisa berdekatan. Mati juga belum saatnya. Solusi? Smoga saya bisa berada di Mekkah pada saat pembaiatan Al-Mahdi.... Hehehe
  • Sering nangis kalau terbayang2 sperti itu.
  • Cinta yang mungkin terlalu dalam untuk saya lukiskan : nafas saya bisa tersengal-sengal kalau gejolak tersebut muncul
Ini ada situs sekilas ttg Al-Mahdi : ini dan ini. Coba deh link pertama. Itu lho. Banyak yang menyatakan dirinya Al-Mahdi atau minimal Satriyo Piningit lah. Itu akibat fitnah Dajjal diantaranya. Yang link ke-2 dari Harun Yahya : rasional :) Good

Monday, February 01, 2010

Pengalaman Khuruj yang Ke-2, Setelah 3 Bulan yang Lalu : Tentang Ilmu Hati


Dari kitab Fadhilah Sedekah, Bab Anjuran Zuhud dan Qana'ah :



Tanda ulama akhirat yang ketujuh adalah sangat memperhatikan ilmu batin,yakni ilmu tassawuf. Mereka berusaha dengan sungguh-sungguhuntuk memperbaiki batin dan hati, karena perkara ini merupakan perantara untuk meningkatkan ilmu zahir. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, Allah SWT akan mewariskan ilmu yang belum ia pelajari." Dalam kitab-kitab para Nabi terdahulu tertulis,"Wahai Bani Israa'il, jangan kalian berkata bahwa ilmu itu ada di langit, siapa yang akan menurunkannya? Atau ada di bawah bumi, siapa yang akan mengeluarkannya? Atau di seberang lautan, siapa yang akan menyeberangi lautan untuk mengambilnya? Ilmu itu berada di dalam hati kalian. Tinggallah kalian di hadapanku dengan adab para ahli makrifat, dan pilihlah akhlak para Shadiqin. Aku akan menampakkan ilmu dari dalam hati kalian, sehingga ilmu itu akan mengelilingi dan menutupi kalian." Pengalaman juga menunjukkan bahwa para ahli makrifat diberi ilmu oleh Allah SWT, yang tidak bisa diperoleh dalam kitab-kitab.



Nah, bagi yang sedang mencari referensi-referensi tentang perbedaan Jama'ah Tabligh versus Salafy, saya ingin menambahkan : itulah satu lagi perbedaannya, insya Allah (kalau saya tidak terlalu salah), adalah tentang materi Sufi atau Tassawuf pada dakwah ini. Ilmu hati, itu yang tidak akan diterima di kalangan temen-temen Salafy.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Ini khuruj kedua saya setelah sebelumnya pada tiga bulan yang lalu :p hehe, belum tertib2 aja nih. Semoga februari besok bisa lagi. Nikmat rasanya khuruj di masjid itu.
  • Keluar dengan Sakti, ex-Sheila on 7. Ternyata orangnya riang ya
  • Semoga bermanfaat