Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Tuesday, August 31, 2010

Sepuluh Hari yang Terakhir…

lailatulqadar

Gambar diambil dari sini

 

Ini adalah masa-masa penghabisan bulan Ramadhan. Di masa-masa ini, penduduk langit mulai merasakan kesedihan akan datangnya perpisahan dengan bulan yang mulia, Ramadhan. Pun, berharap-harap akan turunnya Malam Kemuliaan, Lailatul Qadr.

Alangkah indah, jika perasaan penduduk langit ini dirasakan oleh penduduk bumi. Meski tidak banyak penduduk bumi yang merasakan ini, namun sedikit itu sudah cukup untuk memberikan cahaya bagi bumi.

Mari menempuh hari-hari perpisahan dengan Ramadhan, karena sangat mungkin sekali, ini adalah Ramadhan terakhir saya, dan juga Anda.

Semoga bermanfaat!

NB:

  • Hidup di dunia ini semu dan sementara. Akhirat adalah hakiki dan selama-lamanya.

Thursday, April 08, 2010

Al-Mahdi adalah Muhammad


Bismillah...

Memikirkan apakah kita berada pada jalur yang tepat, ... saya pikir gampang2 susah. Bagaimana kita tahu, kita berada pada jalur yang tepat? Yang akan mengantarkan kita ke orang yang kita cintai?

Saya berpikir tentang perbedaan Ummat. Yaitu, kenapa Islam tidak bisa adalah Islam yang satu? Bergolong-golongan. Ada sih, hadits ttg 73 golongan, 72 masuk neraka, hanya 1 yang selamat. Huhuhuhu, sedih banget.

Kalau nih, Anda yakin, Anda adalah golongan yang selamat itu... maka Anda harus menangis, meratap dan tersiksa dalam menjalani hidup di dunia ini. Kenapa? Lha wong, bagaimanapun golongan selain Anda beramal...akan masuk neraka kan, kalau tidak menjadi golongan Anda? Ga boleh banget merasa puas berada di golongan yang satu itu, tanpa secara aktif, kontinyu dan merendahkan diri, berusaha mengajak manusia menjadi golongan Anda. Susah lho hidup menjadi golongan yang selamat itu...

Lalu bagaimana menyikapinya?
Hm... nah kan? Saya rada kehabisan kata2.
Mungkin ada beberapa point yang saya tekankan :
  1. Jangan pernah merasa Anda adalah golongan yang selamat itu. Dengan cara ini, Anda akan lebih bisa merendahkan diri, dan tidak terjebak kepada sifat2 .. yang ga baik deh.
  2. Mintakan kepada Allah, agar semua golongan diberikan ampunan, dan tidak merasakan Neraka. Mungkin ada yg mikir : "melawan hadits dunk?". :D Gapapa. Smoga Rasulullah malah cinta kepada orang yang mendoakan seperti ini. Amiiin
  3. Dakwah. Ajak kepada Islam. Tuntun yang ga sholat, spy sholat di Masjid. Yang sudah sholat di rumah, supaya sholat di masjid. Yang sudah sholat di masjid, supaya mengajak orang-orang lain sholat ke masjid. Rumit banget lho itu. Kalau sendirian melakukan itu, ga kuat deh. Berjama'ah dalam mengajaknya.
  4. Terakhir, tunggu kedatangan Al-Mahdi.
Naah, kenapa ada point #4? Karena, pasti nih, ada yang berselisih paham : "saya lho, golongan yang selamat. Kamu ga mungkin yang selamat. Lha wong kamu itu *****, dan *****, serta *****". Iya sih. Maka solusinya adalah cuma 1 deh, kalau udah gitu : Tunggu Kedatangan Al-Mahdi, yaitu :
  1. Siapa yang akan dibai'at di Mekkah, setelah keluar dari Madinah ???
  2. Tentara negara mana yang akan ditenggelamkan Allah di Mekkah ???
  3. Siapa yang akan selamat sampai bertemu dengan Nabi Isa, setelah menghadapi masa-masa sulit, masa-masa Dajjal ???
Kalau ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan harus-sangat-sangat merendahkan hati : saya, maka Selamat! Anda adalah golongan yang selamat. Dan kami akan mengikuti Anda. Pasti! Cuman sih, kalau menekankan diri pada point #4, dengan menggunakan paradigma hanya satu golongan yang selamat, berarti itu berjudi dengan waktu dong? Ga ah, terlalu serem.


Saya menulis ini, setelah serangkaian komentar dengan Mas Frontal (iya lho, itu namanya), tentang perbedaan antara Jama'ah Tabligh dan Salafy. Rada rumit saya mikir win-win solution-nya. Solusi dimana semua orang bahagia. Dan, inilah jawaban saya tentang perbedaan ummat. :)

Semoga bermanfaat!

NB:
  • Yang saya maksud dengan Al-Mahdi adalah Muhammad pada judul artikel ini, adalah tentang penderitaan, dan jawaban terhadap penderitaan tersebut. Selalu ada gejolak saya sangat2 menderita begitu mengingat nama ini : Muhammad. Sangat mencintai, namun tak pernah bisa berdekatan. Mati juga belum saatnya. Solusi? Smoga saya bisa berada di Mekkah pada saat pembaiatan Al-Mahdi.... Hehehe
  • Sering nangis kalau terbayang2 sperti itu.
  • Cinta yang mungkin terlalu dalam untuk saya lukiskan : nafas saya bisa tersengal-sengal kalau gejolak tersebut muncul
Ini ada situs sekilas ttg Al-Mahdi : ini dan ini. Coba deh link pertama. Itu lho. Banyak yang menyatakan dirinya Al-Mahdi atau minimal Satriyo Piningit lah. Itu akibat fitnah Dajjal diantaranya. Yang link ke-2 dari Harun Yahya : rasional :) Good

Friday, March 12, 2010

Salah Satu Tanda2 Kebenaran Islam : Ayat-Ayat Tentang Sains




Keliatan jelas ya, ada bedanya disitu?

== Saya Paste aja ==

Sebelumnya saya browsing tentang fenomena alam, dan saat membahas tentang laut mulai berfikir. Mengapa lautan-lautan yang ada di dunia memiliki karakteristik tersendiri? walaupun tidak dibatasi daratan tapi krakteristinya tetap berbeda.

contoh nyata, Laut Tengah-Laut Mati, Laut Mediteranian-Atlantik... Sejatinya mereka bertemu satu sama lain tapi kadar garam diantara keduanya tidak sama, di Laut Mati kadarnya jauh lebih tinggi (bahkan dengan lautan yang lain). Mengapa ini bisa terjadi?

Mungkin ini akan tetap menjadi misteri dan kekuasaan ALLAH lah atas segala sesuatu, karena ALLAH telah berfirman....

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing ." [QS. Ar-Rahmaan : 19-20]

Jika ada yang berfikir ayat ini membicarakan pertemuan antara Sungai dan Lautan (muara), mungkin ada baiknya untuk menyimak ayat berikutnya

"Dari keduanya keluar mutiara dan marjan" [QS. Ar-Rahmaan : 22]

mana mungkin muara sungai mengandung mutiara, mutiara bisa ditemukan pada kedalaman tertentu (kurang lebih 30 meter)

Ilmu pengetahuan modern telah mengungkap bila diantara 2 lautan air yang melintasi yang lainnya maka akan kehilangan sifat karakteristiknya sehingga seolah-olah ada batas alamiah antara dua lautan tersebut. contoh sederhana bila air laut mati melintasi laut tengah maka akan kehilangan karakteristiknya, demikian sebaliknya.

"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

NB :
  • Indah kan? Smg bs menjadi petunjuk.
  • Dan, beragama itu bebas, tidak ada paksaan dalam beragama, karena ... semua sudah jelas :)
  • Menggunakan parameter2 tertentu dalam menilai kebenaran agama itu memungkinkan suatu agama, misal Islam, tertolak. Gunakanlah parameter sosial, mungkin sekali Islam bs ditolak (misal isu2 ttg kesetaraan gender, kerajaan dan kemiskinan), dsb. Namun, coba gunakan Sains.... tidak mudah loh, menolak kebenaran Islam.
  • Cara berpikirnya gini : gimana caranya sih, kitab yg ditulis 1400 tahun yang lalu, bs menjawab hal2 yg baru2 aja bs dibuktikan sains?
  • Dan, kebenaran sains di Al-Qur'an, bukan masalah adanya kebenaran sains. Namun, tidak adanya kesalahan sains. Nah, di titik ini, bibel/injil tidak bs selamat.
  • Obyektif yaaa :)

Monday, February 01, 2010

Pengalaman Khuruj yang Ke-2, Setelah 3 Bulan yang Lalu : Tentang Ilmu Hati


Dari kitab Fadhilah Sedekah, Bab Anjuran Zuhud dan Qana'ah :



Tanda ulama akhirat yang ketujuh adalah sangat memperhatikan ilmu batin,yakni ilmu tassawuf. Mereka berusaha dengan sungguh-sungguhuntuk memperbaiki batin dan hati, karena perkara ini merupakan perantara untuk meningkatkan ilmu zahir. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, Allah SWT akan mewariskan ilmu yang belum ia pelajari." Dalam kitab-kitab para Nabi terdahulu tertulis,"Wahai Bani Israa'il, jangan kalian berkata bahwa ilmu itu ada di langit, siapa yang akan menurunkannya? Atau ada di bawah bumi, siapa yang akan mengeluarkannya? Atau di seberang lautan, siapa yang akan menyeberangi lautan untuk mengambilnya? Ilmu itu berada di dalam hati kalian. Tinggallah kalian di hadapanku dengan adab para ahli makrifat, dan pilihlah akhlak para Shadiqin. Aku akan menampakkan ilmu dari dalam hati kalian, sehingga ilmu itu akan mengelilingi dan menutupi kalian." Pengalaman juga menunjukkan bahwa para ahli makrifat diberi ilmu oleh Allah SWT, yang tidak bisa diperoleh dalam kitab-kitab.



Nah, bagi yang sedang mencari referensi-referensi tentang perbedaan Jama'ah Tabligh versus Salafy, saya ingin menambahkan : itulah satu lagi perbedaannya, insya Allah (kalau saya tidak terlalu salah), adalah tentang materi Sufi atau Tassawuf pada dakwah ini. Ilmu hati, itu yang tidak akan diterima di kalangan temen-temen Salafy.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Ini khuruj kedua saya setelah sebelumnya pada tiga bulan yang lalu :p hehe, belum tertib2 aja nih. Semoga februari besok bisa lagi. Nikmat rasanya khuruj di masjid itu.
  • Keluar dengan Sakti, ex-Sheila on 7. Ternyata orangnya riang ya
  • Semoga bermanfaat

Saturday, November 14, 2009

Perspektif Lain Tentang Perbedaan Posisi Tangan Dalam Sholat (Sedekap, Tkbir dan bangun dari Takbir) : Itu Masalah Kondisi Hati, bukan gerakan Asal2an, atau Gerakan Baku yang Hanya Punya Bentuk Lahir. Gerakan itu penuh makna Hati.

image

Satu kata kunci dalam memahami Islam di awal-awal masuk Islam, adalah ini : “Jangan terlalu mengharapkan kesempurnaan”. Karena, Anda tidak akan menemukan Islam yang satu, semuanya cinta-mencintai atau paling tidak semuanya saling menghargai. Tidak itu yang akan Anda temukan. Malah, perpecahan yang bisa terasa sangat2 menyakitkan. Itu kenyataannya.

Dari semua topik yang bisa menjadi ajang perdebatan dan perselisihan, yang paling sering, tapi ironis, adalah tentang Sholat itu sendiri. Ironi kan? Nyata2 itu aspek yang paling utama dalam kehidupan, tapi kok ya bueedaaa banget yang dipahami. Juga cara mensikapinya. Jangan heran, kalau di suatu masjid, Anda mungkin akan dipandang tidak suka setelah menegakkan satu sholat : karena gerakan-gerakan Anda mencirikan Anda ke suatu Jama’ah. Atau at least, terlihat … bodoh (hehe, kata2 yg primitif banget untuk dipergunakan ya).

Saya mau paparkan tentang perbedaan kita dalam menggerakkan tangan saat Sholat. Lihat referensi web ini. Ada yg tau beda2nya? Wuuuuih, banyak deh, diantaranya ini :

  1. Ada yg mengangkat tangan saat takbir pertama setinggi telinga, ada yg cuma sebatas bahu. Malah jangan2 ada yg sedikiiit banget ngangkatnya. atau malah ga ngangkat sama sekali?
  2. Setelah itu, ada yg meletakkan tangan di atas dada (jadi terkesan wagu, karena terlihat kok ga alami banget). Ada yg (umumnya kita), sedikit di atas pusar. Nah yang jarang2, kita lihat seperti tidak mengangkat tangan : tangan nyaris seperti mau jatuh, jadi, sekitar di atas selangkangan. Atau, saya malah benar2 pernah liat ga ngangkat tangan. Jadi, tangan dibiarkan jatuh di sisi badan. Aneh kan? :)
  3. Waktu mau rukuk, ada yg mengangkat tangan untuk takbir, ada yang enggak.
  4. Waktu mau bangkit dari rukuk juga sama. Ada yang dengan takbir mengangkat tangan, ada yang enggak.

Nah itu saja, mari saya ajak Anda untuk melihat bukan dari aspek2 hadits yang melandasinya, namun dari … hakikat hati yang sedang menggerakkan tangan itu.

(BERSAMBUNG)

Saturday, October 31, 2009

Khuruj 3 Hari (Nishob) yang Pertama Setelah ... Setengah Tahun!!!

Jreeng. ^^... Saya dulu intens pakai Jubah dan Sorban loh.
Sekarang dah lebih nyante. Hihi
.

Hehe, sebenarnya, yang namanya Nishob (eeeh, artinya adalah batas sesuatu harus dikeluarkan kewajibannya --tertib aja, jangan dianggap wajib loh), adalah Tiga Hari setiap bulan. Meluangkan waktu 3 hari di masjid, untuk memperbaiki diri dan sama2 mengajak masyarakat sekitar masjid memperbaiki diri. Sederhana saja. Anda muslim sudah sholat berjama'ah? Ya sudah itu cukup, ajak yang lain sama2 sholat berjama'ah. Gampang? Hehe, sembarangan. Rumit tahu.

Pertama, yang namanya Dakwah, mengajak, itu abbbooottt tenan. Kaya ada benteng yang tebel banget antara kita dan teman yg belum sholat, yg mau kita ajak sholat di masjid. Nah, dengan adanya satu Jama'ah yang punya tertib secara berjama'ah mengajak orang-orang ke masjid, maka halangan tersebut lebih kecil rasanya. Malah mungkin tidak ada.

Nah, memang sih, semenjak rame2nya kasus penangkapan Teroris kemarin, jama'ah relatif lebih sulit masuk ke desa2 : dicurigai gitu. Secara penampilan, kita kan berjubah, bersurban dan berjenggot (hihi, yah, mau gimana lagi???) Ada kisah dari temen di Banguntapan, pas lagi iktikaf, di sergap DENSUS 88. Nah coba? Tapi lucunya, disitu pas yang lagi ikut khuruj juga ada anggota Brimob Pelopor (selatan giwangan, sebelah kiri). Jadinya ... lucu kan???? heuheuheu. Mau disergap, ternyata juga seangkatan. Akhirnya, saya agak lupa untuk yang ini, namun di tempat yang lain, pas didatangkan Polisi, eeeh, polisinya malah bilang gini (kurang lebih) : "Saya juga niat mau ikut khuruj, nanti setelah pensiun". Amiiin. Ini diceritakan oleh Jama'ah Batam, yang lagi keluar di Jogja.

Hm.. oya, Jama'ah Batam itu kan, dua malam jum'at yang lalu, pernah kasih bayan (nasihat agama) di Markaz Jogja Al-Ittihaad (Jakal KM 5,3 -- depan Wahana). Nah, pas saya denger, saya heran : "kok logatnya Bali banget ya? Masa dari Bali? Pakai sorban gitu..." (ga mikir kalao saya jg dari Bali dan pakai sorban, dulu sih, hehe. Tapi maksudnya yang ini orang Bali asli gitu. Saya kan cuman numpang dipan untuk pas Ibu saya ngelahirin aja. Aslinya tetep Purwokerto + Jogja. :p)

Dan ternyata dia memang Orang Bali asli. Dulunya Hindu (tabiiik ya... cerita saja ini)
Ceritanya, setelah Amrozi ngebomb (smg ga ada lagi ngebomb2-an gini), beliau malah mikir tentang Kebenaran. Dan, tiap orang punya jalan yang berbeda-beda tentang ini ya, namun cara yang beliau lakukan, adalah Semadhi, melakukan pembacaan Mantram Gayatri sebanyak 1080x setiap malam, dari Jam 1 malam sampai jam 3 malam. Saya lupa berapa lama dia melakukan ini, yang jelas, pada suatu malam, dalam keadaan terjaga, dia melihat pemandangan yang indah. Hijau, sungai dan pohon2nya, tenang. Nah, dia ingin masuk ke sana, tapi terjaga. Besoknya, kejadian berulang, namun yang dilihat adalah padang pasir yang tandus. Ditengah-tengahnya ada cahaya putih2, setelah didekati, ternyata sekumpulan orang duduk melingkar, dengan lutut yang berdempet-dempetan saking rapatnya duduk mereka. Beliau mendengar gumaman yang terdengar seperti Hom, hom hom. Begitulah. Dia mau masuk, namun tidak bisa-bisa. Kumpulan orang ini, berjubah dan bersurban terbalik dengan yang dipakainya (kalau di Bali, ikatan surban itu di depan. Namanya udeng).

Singkat cerita, akhirnya dia masuk Islam. Pergulatan beliau masuk Islam jelas tidak mudah. Beliau bilang, tiap hari berantem dengan adik kandungnya. Malah dia jadi lebih miskin dari yang sebelumnya (hehe). Karena tidak kuat, akhirnya dia keluar dari Bali, anaknya dititipkan ke Pondok Pesantren di Jawa Timur. Dia sendiri merantau ke Batam. Waaah, disini malah ketemu rombongan Jama'ah yang sedang khuruj, lengkap dengan sorban dan jubah putihnya. Nah, disini jawaban akan penglihatannya dulu ada. Ternyata, suara hom hom hom yang di dengar dulu itu, adalah suara dzikir ini : "Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, allahu akbar", "Maha suci Allah, Puji Syukur untuk Allah, Tiada Tuhan Selain Allah. Allah Maha Besar". Dan beliau mantap ikut khuruj bersama Jama'ah semenjak saat itu.

Dan bersua dengan kami di Jogja. :)
Semoga bermanfaat!

NB:
  • Pergulatan kepada apa yang membuat Hati Terdalam tenang, bukan hal yang ringan.
  • Itu saja...

Thursday, October 22, 2009

Kesempurnaan Jalinan Antara Air Mata Meminta "Pulang", dengan Antusiasme Bekerja



Di awal saya mengenal Islam, dan jatuh cinta kepada Muhammad, maka saya tak bisa lagi meminta apa-apa kecuali meminta bermimpi bertemu dengan Muhammad. Dengan penuh penderitaan air mata meminta tersebut turun, berderai-derai. Tak mengenal siang-malam, sedang sibuk ataupun kosong. Sesaknya dada, serta gontainya langkah tak bisa ditutup-tutupi kala itu. Sekitar sebulan kondisi tersebut menetap. Namun, suatu malam, air mata tak bisa menetes lagi : meski saya paksa, tak bisa menetes lagi. Saya kira itu adalah penolakan terhadap doa, namun justru sebaliknya. Akhirnya setelah terjawab, secara bertahap, selama bertahun-tahun, maka permintaan hati bertambah : meminta benar-benar bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Padahal, apakah hakikat permintaan ini? Meninggalkan dunia ini melalui satu-satunya jalan : kematian.

Tentunya ujian, namun terasa sangat ... kontradiktif. Di satu sisi, saya memiliki semangat dan antusiasme untuk mencapai kemakmuran hidup, yang tentu hanya bisa dicapai dengan bekerja sebagai Wirausahawan (Opsi PNS atau pegawai, saya nihilkan y). Namun, di satu sisi saya mengharap2kan kematian yang akan mengantarkan saya, untuk berjumpa dengan Kekasih saya, Muhammad.

Sungguh-sungguh aneh kondisi psikologi hati saya : di saat saya bermimpi akan suatu tahap kemakmuran hidup, dan bersemangat untuk mengatur, merencanakan dan menggapainya, maka saya terasa seperti orang yang ambisius dan gila pada harta. Namun, jika gejolak batin yang terdalam untuk meminta bertemu Muhammad tak tertahankan, dan meluap ke permukaan, maka di posisi dan situasi manapun air mata akan menetes tak tertahankan. Terisak-isak penuh penderitaan. Jika itu terjadi, maka akan ada masa-masa kehampaan selama beberapa saat. Di kala itu terjadi, ... semua semangat hidup musnah, tak berbekas.

Anda mungkin bertanya : mana yang lebih saya sukai? Di saat semangat dan gairah hidup muncul, atau di saat suara isakan hati mengingat Muhammad terdengar? Ini jawaban saya : ... tidak tahu. Karena, saya membutuhkan semangat hidup untuk bekerja. Namun, apapun yang ada di atas dunia ini tidak bisa disamakan dengan Kebahagiaan Bertemu Sang Kekasih yang Sejati : Nabi Muhammad SAW. Akhirnya, saya berkesimpulan ini : saya serahkan pengaturan dua kondisi hati saya ini kepada Ar-Rahman (Most Merciful, Yang Maha Pengasih).

Semoga bermanfaat!

Eko SW

Friday, September 11, 2009

Memaksimalkan Waktu 2 Jam Setelah Sholat Jum’at Untuk Bekerja

image

Jum’atan di Mekkah (2006) dari Detik.com

Yaitu, dua jam-an dari sekarang, karena pada Surat Al-Jumu’ah ayat 9 - 11, dikatakan :

image

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

image

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”

image

Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki”

Pada ayat ke-10 tersebut, secara tegas disampaikan untuk berusaha mencari karunia Allah. Setelah secara tegas memerintahkan menunaikan Sholat Jum’at dengan meninggalkan jual beli, maka ayat selanjutnya memerintahkan untuk berniaga setelah itu. Nah, itu, menurut saya, indah sekali kan?

Semoga bermanfaat!

NB:

  • Inginnya Jum’atan di Markaz Al-Ittihaad Jakal Km 5 (depan Wahana Disc), terus mau ke partner kerja untuk bahas tentang Proyek Baru dengan LPPM UGM. Tapi, karena ada klien dari Jakarta yg akan datang ba’da Ashar, hm, betapapun inginnya, maka lebih baik kalau saya gunakan waktu 2 jam itu u/ memantapkan materi u/ pertemuan ba’da Ashar dengan beliau.
  • Bismillah…