
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumukan pada hari kamis (30/1/2020) bahwa sebagai kondisi gawat darurat global. Langkah ini ditetapkan karena jumlah korban meninggal semakin bertambah. Hingga hari jumat (31/1/20) jumlah pasien yang meninggal karena virus corona mencapai 213 orang diberbagai negara.
Menurut otoritas kesehatan di Hubei, yang dikutip dari Reuters. Jumlah korban akibar virus korona mencapai 204 orang dan 9.692 orang terinfeksi. Diperkirakan juga diProvensi Hubei sebagai pusat Epidemi dan kemungkinan korban meninggal akan semakin bertambah, mengingat jumalh orang yang terinfeksi mencapai ribuan orang.
Virus yang terditeksi pada bulan desember 2019 silam, hingga kini telah menyebar kebeberapa negara. WHO mencatat, ada 100 kasus orang yang terjangkit virus corona di 18 negara.
Penyebaran virus corona saat ini telah sampai keItalia. Dimana ini kasus pertama yang dialami oleh negeri pizza tersebut, diduga penyebaran dilakukan oleh wisatawan berasal dari Tiongkok.
Virus Corona pertama ditemukan dipasar ikan yang menjual satwa ilegal diwuhan. Kota Wuhan dan beberapa kota diTiongkok yang terkena Virus Corona kini terisolir, agar penyebaran virus ini tidak menyebar.
Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus memuji gerak cepat dari Tiongkok dalam menangani penyebaran virus ini, salah satu pujiannya adalah dalam pembanguanan rumah sakit khusus corona diberi waktu hanya 10 hari. Namun, WHO khawatir virus ini menyebar kenegara negara yang tidak memilki sumber daya dan kemampuan dalam menanganinya.
"Alasan utama bukan apa yang terjadi diTiongkok , tetapi khawatir apa yang terjadi di negara lain. Kekawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus kenegara-negara dengan sistem kesehatan yang masih lemah", katanya di Jenewa, Swiss.
Status gawat darurat tersebut akan menjadi pedoman bagi negara negara lain dalam mengantisipasi dalam penyebaran virus ini.
Para ahli juga menyatakan prihatin atas penyebaran virus ini antar sesama manusia, memungkinkan virus ini menyebar bisa lebih cepat.
Duta besar Cina untuk PBB Zhang Jun, menyatakan Beijing sedang mengkaji pernyataan dari WHO tersebut. "Kami saat ini sedang kritis dalam menghadapi virus corona. Solidaritas internasional sangat membantu kami dalam menanggulangi masalah virus corona di negeri kami ini".kata Zhang
No comments:
Post a Comment