Showing posts with label sholat. Show all posts
Showing posts with label sholat. Show all posts

Monday, June 28, 2010

Memupuk Kebiasaan Baru yang Positif : Jogging Pagi Hari

 

image

Kalau saya pikir2 motivasi utamanya, mungkin ini : untuk meningkatkan kualitas tubuh demi Capoeira. Ya, banyak adjustment demi capoeira : mulai dari pengaturan aktivitas, semangat dan kesenangan. Sangat menarik…

Mengalahkan kebiasaan negatif itu berat, kalau tidak di-iming2i dengan kebiasaan lain yang daya tariknya mengalahkan kesenangan melakukan kebiasaan negatif sebelumnya. Dulu, sehabis subuh, saya biasanya nonton film2 kartun di GlobalTV : dari jam 5 – jam 8 pagi loh. 3 Jam! Awalnya sih, cuman iseng2, eeh, tapi begitu berpikir : “wah, sudah lewat berbulan2 dengan kebiasaan spt ini! jangan sampai ditiru anak nih”.

Tidak ada yang bisa mengalahkan kebiasaan itu, sampai akhirnya saya berlatih (baca: bersenang2 dengan) Capoeira. Diawali dengan mencoba mengulang latihan2 Capoeira di pagi hari di lapangan depan Balai Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, akhirnya saya mulai tertarik untuk menambah rutinitas latihan fisik : jogging. Indah sekali rasanya…

Moment yang pass untuk memulai ini, adalah Usia saya yang pas menginjak 31 tahun : beberapa hari sebelumnya menyiapkan sepatu jogging yang murah saja (karena setelah lihat2, masa’ ada sepatu yang sampai 1juta! uediyaan…), maka selanjutnya jogging tiap pagi sudah seperti ketagihan… Nikmat sekali melihat2 aktivitas petani di pagi hari.

Anyway, setelah saya baca2 sebentar ttg Jogging, ternyata ada dua kubu : satu yang mengatakan (mengklaim) bahwa Jogging bahaya bagi kesehatan, satu lagi yang mennyatakan bahwa Jogging baik bagi kesehatan. Kesimpulan saya, jangan over aja. Seminggu 3-5kali di pagi hari, sepertinya itu sudah bagu sekali. Juga, ada isu2 : apakah lebih baik jogging dengan sepatu, atau jogging tanpa sepatu. Hm, .. awalnya saya senang jogging tanpa sepatu. Namun, saya sadari, tidak akan bisa lama bertahan jogging tanpa alas kaki berupa sepatu. Selain itu, peregangan sepertinya harus benar2 diperhatikan seperti ilustrasi berikut ini :

 

image Dari blog Mas Asyafe

 

Bagaimana relasi jogging dan sholat?

image

Dari blog Mas Asyafe itu juga, beliau jelaskan tentang pentingnya gerakan-gerakan sholat bagi kesehatan. Banyak yang beliau paparkan, yang saya pahami salah satunya adalah ini : rutinitas kecil yang positif, hasilnya akan besar sekali. Misal, mengangkat tangan untuk takbiratul ihram. Itu, ringan sekali lho. Tapi, ternyata kalau dilakukan dalam frekuensi yang tinggi akibatnya : “Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.”

Al-Fath sedari kecil sudah senang sekali sholat di masjid. Yah, meski seringnya sesukanya, namun kadang-kadang bisa serius dari awal-sampai akhir. image Nah, itu, manfaat secara psikologi di hati seorang ayah (saya maksudnya), bisa tak terhingga. Bahagia dan takjub. Kurang lebih seperti itu..

 

Semoga bermanfaat!

NB:

Capoeira in Paris… ^^

Saturday, November 14, 2009

Perspektif Lain Tentang Perbedaan Posisi Tangan Dalam Sholat (Sedekap, Tkbir dan bangun dari Takbir) : Itu Masalah Kondisi Hati, bukan gerakan Asal2an, atau Gerakan Baku yang Hanya Punya Bentuk Lahir. Gerakan itu penuh makna Hati.

image

Satu kata kunci dalam memahami Islam di awal-awal masuk Islam, adalah ini : “Jangan terlalu mengharapkan kesempurnaan”. Karena, Anda tidak akan menemukan Islam yang satu, semuanya cinta-mencintai atau paling tidak semuanya saling menghargai. Tidak itu yang akan Anda temukan. Malah, perpecahan yang bisa terasa sangat2 menyakitkan. Itu kenyataannya.

Dari semua topik yang bisa menjadi ajang perdebatan dan perselisihan, yang paling sering, tapi ironis, adalah tentang Sholat itu sendiri. Ironi kan? Nyata2 itu aspek yang paling utama dalam kehidupan, tapi kok ya bueedaaa banget yang dipahami. Juga cara mensikapinya. Jangan heran, kalau di suatu masjid, Anda mungkin akan dipandang tidak suka setelah menegakkan satu sholat : karena gerakan-gerakan Anda mencirikan Anda ke suatu Jama’ah. Atau at least, terlihat … bodoh (hehe, kata2 yg primitif banget untuk dipergunakan ya).

Saya mau paparkan tentang perbedaan kita dalam menggerakkan tangan saat Sholat. Lihat referensi web ini. Ada yg tau beda2nya? Wuuuuih, banyak deh, diantaranya ini :

  1. Ada yg mengangkat tangan saat takbir pertama setinggi telinga, ada yg cuma sebatas bahu. Malah jangan2 ada yg sedikiiit banget ngangkatnya. atau malah ga ngangkat sama sekali?
  2. Setelah itu, ada yg meletakkan tangan di atas dada (jadi terkesan wagu, karena terlihat kok ga alami banget). Ada yg (umumnya kita), sedikit di atas pusar. Nah yang jarang2, kita lihat seperti tidak mengangkat tangan : tangan nyaris seperti mau jatuh, jadi, sekitar di atas selangkangan. Atau, saya malah benar2 pernah liat ga ngangkat tangan. Jadi, tangan dibiarkan jatuh di sisi badan. Aneh kan? :)
  3. Waktu mau rukuk, ada yg mengangkat tangan untuk takbir, ada yang enggak.
  4. Waktu mau bangkit dari rukuk juga sama. Ada yang dengan takbir mengangkat tangan, ada yang enggak.

Nah itu saja, mari saya ajak Anda untuk melihat bukan dari aspek2 hadits yang melandasinya, namun dari … hakikat hati yang sedang menggerakkan tangan itu.

(BERSAMBUNG)