![]() |
| Betapa karunia Allah yg berupa anak-anak, merupakan karunia yang tidak mampu saya bayangkan besarnya nilainya. Smoga saya mampu menjadi ayah (dan kakek. hehe) yg mereka amat sangat cintai. Amiiiiin |
Bagi saya kebahagiaan itu sederhana saja : bangun pagi di rumah tanpa wajib berangkat ke kantor, menggendong Alfath dan Kahfi, serta mengajak mereka berputar-putar di desa tempat saya tinggal sekarang. Diterpa hembusan angin pagi yang hangat dan melihat kanan-kiri sepanjang perjalanan, awalnya saya letakkan Alfath di depan saya, namun karena kini Kahfi sudah bisa diajak jalan-jalan di atas motor juga, maka giliran Kahfi yang duduk di depan saya. Baru tadi pagi saya sadari, dari spion kiri V-ixion saya, dulu saya amati perkembangan Alfath dari usia 1 tahun, sekarang giliran Kahfi yang saya amati perkembangannya dari usia 1 tahun.
"Emmmm.....a, emmmmm...a ma ma ma", itu gumanan Kahfi sembari matanya merem-merem ditiup angin pagi. Saat melihat kambing, maka dia akan menunjuk2, "uh uh uh". Haha, ya mau bagaimana lagi, saya berhenti dan tunggu sampai Kahfi sudah bosan, baru saya lanjutkan perjalanan.
Sepanjang perjalanan itu, Alfath membonceng di belakang saya sambil terus-menerus berbicara dengan saya, penuh kedewasaan : "Abi, otakku pintar lho". Haha, ya saya jawab, "Iya, Alhamdulil???". Dijawab Alfath, "Laaaah". Tidak, saya tidak sampaikan, "Jangan begitu, jangan sombong". Tapi alih-alih saya ajari u/ bersyukur saja : Insya Allah dengan begini, dia akan benar-benar menghargai karunia Allah untuknya.
Amiiin

No comments:
Post a Comment