
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) TNI, Marsema Fajar Adriyanto mengtakan pihaknya telah siap untuk melakukan Evakuasi WNI yang terjebak diWuhan China dengan menggunakan pesawat tipe Beoing dan Hercules, guna mengantisipasi penyebaran virus corona.
Menurut Fajar, terkait beberapa kebutuhan personel atau yagn diterbangkan kesana masih menunggu intruksi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), termasuk jumlah pasukan dari TNI AU.
"Ini khan untuk sementara terdaftar WNI sebanyak 240an, jadi berapa tenaga medis yang akan disiapkan . Kita TNI AU masih stand by dan siap kapan pun diminta untuk melakukan evakusai kami siap"kata Fajar.

Selain itu, Fajar mengatakan para petugas yang akan diberangkatkan kesana akan dibekali masker dan alat anti penularan dan juga pola makan dari tenaga medis juga akan dikontrol.
" Jadi setalah sampai tidak langsung turun, harus kami karantina dulu. Untuk waktu dari karantina disebutkan butuh waktu 28 hari"
Kepada para WNI yang akan dievakusai, Fajar menegaskan pemerintah telah menyiapkan tempat untuk karantina bagi mereka. Karantina dilakukan agar virus corona tidak menyebar lebih luas.
" Waktu karantina standart dilakukan selam 28 hari, di RSPU Dr Suliyanti Jakarta, kita sudah menyiapkan semua baik Rumah Sakitnya, tempat mendaratnya di Halim dimana telah disiapkan untuk tempat WNI yang baru mendarat sudah disiapakan, TNI AU sudah menyiapkan pesawatnya tinggal gerak saja". jelasnya.
Dia menambahkan, sejauh ini pemerintah masih menunggu konfirmasi dengan pemerintah China untuk penjemputan, " Kalau China memberikan jalan, ya saat itu juga kita berangkat", tandasnya.
No comments:
Post a Comment